Jumat, 15 Desember 2017 | 04:00 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Bea Cukai
Sabtu, 02 Desember 2017 07:25

Bea Cukai Gagalkan Aksi Penyelundupan di Perairan Timur Indonesia

Aidikar M. Saidi
(DJBC)

JAKARTA -

Bea dan Cukai berhasil menggagalkan berbagai aksi penyelundupan di perairan timur Indonesia dalam dua periode pelaksanaan operasi patroli laut.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menyatakan setidaknya ada enam upaya penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh Bea Cukai dari patroli tersebut. 

Pada periode pertama yakni 10 Mei-23 Juni 2017 dilakukan tiga penindakan, dimana pada 11 Mei kapal BC 30006 berhasil mengamankan kapal pengangkut 2.500 karung amonium nitrat di dekat Kepulauan Kangean. Kapal itu rencananya berlayar menuju Alor, Flores.

Penindakan kedua pada 20 Mei, kapal BC 9003 berhasil melakukan penindakan terhadap kegiatan illegal fishing yang dilakukan Kapal PMN Putri IV di Laut Sulawesi.

Penindakan ketiga pada 8 Juni, kapal BC 9003 mengamankan kapal KLM Karya Indah yang mengangkut 20 meter kayu ulin.

Periode Kedua 

Adapun pada periode kedua, yakni 9 Oktober-22 November 2017, satuan tugas patroli laut Bea Cukai juga berhasil menggagalkan tiga upaya penyelundupan.  

Pada 27 Oktober, kapal BC 8004 menindak kapal KLM Dekamila bermuatan 1.169 bale pressed dan 442 sepeda bekas di pelabuhan Wuring, Maumere.

Penindakan kedua pada 7 November, kapal BC 30006 menggagalkan penyelundupan 107,2 ton rotan.

Penindakan ketiga berhasil dilakukan kapal BC 30006 di perairan Tarakan terhadap kapal KLM Berkat Utama yang juga membawa rotan menuju Malaysia.

Keenam penindakan tersebut, menurut Heru, merupakan langkah nyata Bea Cukai dalam mengamankan wilayah laut Indonesia.  

Keberhasilan itu menambah daftar panjang penindakan yang telah dilakukan Bea Cukai di seluruh perairan Indonesia. Hingga November 2017, Bea Cukai telah melakukan penindakan terhadap 279 kasus penyelundupan.

Naik Signifikan 

Dibandingkan dengan penindakan selama 2016 sebanyak 405 kasus, jumlah penindakan sepanjang tahun ini memang menurun, tetapi nilai barang justru meningkat cukup signifikan.

Pada 2016, nilai barang hasil penindakan mencapai Rp247,4 miliar, sementara hingga November 2017 nilai barang ditaksir Rp551,4 miliar.

Kenaikan ini juga terlihat dari nilai penerimaan negara yang berhasil diselamatkan, yakni pada 2016 mencapai Rp113,6 miliar, sementara hingga November 2017 naik menjadi Rp425,1 miliar.

“Hasil penindakan ini merupakan upaya nyata Bea Cukai bersinergi menjaga wilayah perairan timur Indonesia. Ini juga bukti keseriusan Bea Cukai dalam melakukan pengawasan untuk mengamankan perairan Indonesia dari penyelundupan,” ujar Heru.  (hlz/hlz)


Komentar