Jumat, 15 Desember 2017 | 03:59 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Sabtu, 02 Desember 2017 08:34

Indonesia Pertahankan Keanggotaan Dewan IMO Kategori C

Translog Today
(IMO)

JAKARTA -

Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C untuk periode 2018-2019 dalam sidang Majelis IMO ke-30 di London, Inggris, Jumat (1/12).

Delegasi Indonesia pada Sidang Majelis IMO ke-30 dipimpin oleh Dubes RI untuk Inggris Raya, Irlandia, dan Organisasi Maritim Internasional, Dr Rizal Sukma. Anggota delegasi terdiri dari perwakilan dari berbagai kementerian terkait, industri dan asosiasi seperti Pertamina, Pelindo, Pelni, dan INSA.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat memberikan sambutan pada sidang tersebut, menegaskan Indonesia berkomitmen untuk terus mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi global.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, lanjut Menhub, Indonesia memiliki konektivitas antarpulau yang luar biasa.

“Untuk itu, Indonesia akan terus bekerja sama dengan IMO dalam mendukung rencana program Poros Maritim Dunia sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo di IMO pada April 2016," ujar Menhub yang ikut mengawal pemilihan tersebut.

Dalam Sidang Majelis IMO yang berlangsung sejak 27 November hingga 6 Desember itu, Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Kategori C.

Untuk diketahui, keanggotaaan Dewan IMO terdiri dari tiga kategori, yaitu Kategori A, B, dan C. Anggota Kategori A merupakan 10 negara anggota dengan armada terbesar. Kategori B merupakan 10 negara lain dengan kepentingan terbesar dalam penggunaan jasa pelayaran.

Adapun Kategori C adalah 20 negara yang tidak masuk dalam anggota kategori A dan B, tetapi memiliki kepentingan khusus dalam transportasi laut atau navigasi dan yang pemilihannya ke dalam anggota Dewan akan memastikan keterwakilan semua daerah geografis utama di dunia.

IMO adalah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pelayaran dan pencegahan pencemaran laut oleh kapal.

Dewan IMO merupakan organ eksekutif organisasi yang bertanggung jawab untuk mengawasi kerja dan kinerja organisasi. Dewan dipilih untuk jangka waktu dua tahun.

Pengakuan Dunia 

Dubes Rizal Sukma, mengatakan terpilihnya Indonesia menunjukkan pengakuan dunia atas peran aktif Indonesia di sektor maritim global, sekaligus keberhasilan diplomasi RI di bidang tata kelola maritim global dan pencegahan pencemaran laut.

"Kita sangat bersyukur atas terpilihnya kembali Indonesia di Dewan IMO, terlebih lagi dengan kenaikan perolehan suara dan peringkat dibandingkan periode lalu," ujarnya.

Sebagai anggota Dewan IMO, tuturnya, Indonesia memainkan peran strategis dalam menentukan agenda dan kebijakan global di bidang kemaritiman, khususnya yang menjadi fokus dan mandat IMO.

“Keanggotaan di IMO ini bertujuan untuk mewujudkan visi Pemerintah sebagai global maritime fulcrum dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional kita,” ungkap Dubes Rizal.   &n (hlz/hlz)


Komentar