Jumat, 15 Desember 2017 | 03:59 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 04 Desember 2017 18:50

Pekerja Pelabuhan Tanjung Perak Galang Penolakan SKB TKBM

Translog Today
Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

SURABAYA -

Para pekerja yang tergabung dalam Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menolak draf surat keputusan bersama (SKB) yang akan memperbolehkan perseroan terbatas (PT) mengerahkan TKBM di pelabuhan.

Meskipun menolak draf SKB, mereka tidak mogok kerja seperti dilakukan oleh TKBM di sejumlah daerah. Mereka hanya menggalang tanda tangan dari pekerja pelabuhan sebagai bentuk penolakan terhadap aturan baru itu.

Tanda tangan dibubuhkan di atas kain warna putih sepanjang 15 x 1,5 meter yang digelar sejak pukul 10.00 WIB oleh para pekerja di seluruh dermaga dan terminal Pelabuhan Tanjung Perak.

"Kami menggelar aksi damai dengan menggalang tanda tangan, tidak sampai mogok kerja," kata Ketua Umum Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Perak Agus Rijanto, Senin (4/12).

Agus menjelaskan beberapa poin dalam draf SKB itu mengancam kelangsungan pekerja pelabuhan yang selama ini berada di bawah naungan satu wadah, yaitu Koperasi TKBM.

Selama ini, seluruh pekerja pelabuhan dinaungi satu wadah Koperasi TKBM berdasarkan SKB Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, dan Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM pada 2011.

Namun, dalam draf SKB yang akan ditandatangani oleh tiga menteri, yakni Menteri Perhubungan, Menteri Ketenagakerjaan serta Menteri Koperasi dan UKM, memperbolehkan semua koperasi dan PT untuk mengerahkan TKBM di pelabuhan.

Artinya, Koperasi TKBM bukan lagi satu-satunya wadah bagi para pekerja pelabuhan di seluruh Indonesia jika SKB tiga menteri itu berlaku.