Jumat, 15 Desember 2017 | 04:00 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 05 Desember 2017 20:53

Dukung Program Digital Port, Pelindo II Terapkan e-Learning

Ire Djafar
Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC menerapkan aplikasi e-Learning bidang manajemen risiko di lingkungan kelompok perusahaan, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembelajaran yang inovatif, menarik, dan user-friendly.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya mengatakan aplikasi pelatihan berbasis web ini dibangun untuk menjawab tantangan dunia usaha yang berubah begitu cepat di era digital, terutama mendukung program digital port IPC.

“IPC Group telah memiliki strategi dalam upaya memenangkan persaingan usaha, salah satunya dengan penguatan SDM melalui pendidikan dan pelatihan,” katanya di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, metode e-Learning dapat menjangkau para peserta pelatihan dengan lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode konvensional.

“Aplikasi ini akan membuat semakin banyak karyawan yang memiliki pemahaman akan pentingnya pengelolaan risiko dan dapat menghindarkan diri mereka ataupun perusahaan dari kerugian yang tak diinginkan,” ujarnya.

Direktur Teknik dan Manajemen Risiko Pelindo II Dani Rusli Utama menambahkan, media e-Learning ini merupakan hasil kerja sama antara Pelindo II melalui anak perusahaan di bidang pendidikan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia dengan PT CRMS Indonesia.

Proses pembuatan e-Learning telah dimulai sejak 2016 dan dapat diimplementasi secara utuh mulai semester kedua 2017.

Saat ini para peserta pendidikan dan pelatihan manajemen risiko di IPC Group telah dapat mengakses sebuah metode pembelajaran yang inovatif, menarik, dan user-friendly tersebut.

Tim teknis pembuatan aplikasi e-Learning bidang manajemen risiko ini dipimpin oleh Rachmadi Gustrian, Deputy Non Operational Risk Management IPC.

Dia terlibat secara aktif sejak proses inisiasi, perencanaan, implementasi dan evaluasi sehingga lahir sebuah e-learning bidang manajemen risiko pertama di Indonesia dengan metode penyampaian melalui video dan animasi.

Rachmadi Gustrian menjelaskan, aplikasi e-Learning ini menggunakan platform web, yang memungkinkan seluruh karyawan mengakses pembelajaran ini dimana pun dan kapan pun.

E-Learning juga menerapkan fitur gamifikasi, dimana pengguna dapat memiliki score pencapaian dan pangkat tertentu ketika menyelesaikan sebuah materi fundamental manajemen risiko berbasis SNI ISO 31000. Aplikasi ini akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan perusahaan di masa datang. (hlz/hlz)


Komentar