Senin, 22 Oktober 2018 | 17:37 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Jumat, 08 Desember 2017 10:04

Kadin Desak Pelindo I Batalkan Kenaikan Tarif Kepelabuhanan di Belawan

Translog Today
(bumn.go.id)

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia  I (Persero) didesak membatalkan kenaikan sejumlah tarif kepelabuhanan di Pelabuhan Belawan, Medan, sebab pelayanan kapal dan bongkar muat barang masih sering tersendat.

Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo, kenaikan tarif kepelabuhanan di Pelabuhan Belawan saat ini sudah melukai pelaku usaha, termasuk pengguna jasa pelabuhan langsung maupun tidak langsung. 

Menurut dia, penaikan tarif kepelabuhanan bisa dipahami jika dilakukan pada saat pelayanan terhadap pengguna jasa kepelabuhanan sudah efisien dan ada perbaikan secara signifikan yang diindikasikan dengan  turunnya biaya logistik. “Saat ini bukan waktu yang tepat menaikkan tarif,” ujarnya.

Pelindo I  diminta mempertimbangkan dampak kenaikan itu terhadap upaya pemerintah memangkas biaya logistik karena kenaikan biaya di pelabuhanan mengesankan Pelindo I tidak mendukung upaya tersebut.  

Eddy mengatakan, kenaikan tarif kepelabuhanan akan memicu meningkatnya biaya transportasi dan logistik nasional, padahal selama ini salah satu sumber inefisiensi logistik berada di pelabuhan.

“Negara selama ini mengupayakan agar biaya logistik dapat diturunkan bahkan menjadi di bawah 20% pada 2019, tetapi ketika operator pelabuhan BUMN menaikkan tarif, terkesan tidak mendukung program Presiden Joko Widodo di bidang logistik,” ujarnya.

Tidak Masuk Akal

Eddy juga menilai besaran tarif yang ditetapkan Pelindo I tidak masuk akal, seperti pengenaan tarif progresif penumpukan petikemas di Pelabuhan Belawan yang sangat mencekik pelaku usaha.   

“Hari pertama masih 100% dari tarif dasar, tetapi begitu masuk hari kedua langsung naik 250% dari tarif dasar, hari ketiga menjadi 450% dari tarif dasar dan hari keempat menjadi 700% dari tarif dasar.  Ini tidak benar dan tidak masuk akal,” tegasnya.  

Untuk diketahui, beredar surat dari Pelindo I No.US.II/I/17/TPKDB-17.TU tentang Penyesuaian Tarif Peti Kemas Isi (Full) dan Masa Penumpukan Peti Kemas di Lingkungan Terminal  Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB)

Selain tarif storage (penumpukan), Pelindo I juga menaikkan biaya stevedoring petikemas 20 feet dan 40 feet masing-masing naik dari Rp675.000 dan 1.012.500 per boks menjadi Rp750.000 dan 1.125.000 per boks.

Biaya Lift On/Lift Off untuk petikemas 20 feet maupun 40 feet juga dinaikkan, masing-masing dari Rp172.000 dan 258.000 per boks menjadi Rp191.000 dan Rp287.000 per boks.

Adapun tarif penumpukan petikemas 20 feet dan 40 feet naik dari masing-masing Rp25.000 dan Rp50.000 per boka menjadi Rp27.750 dan Rp55.500 per boks.

Menurut Eddy, Pelindo selama ini diberikan hak oleh negara untuk memonopoli pengelolaan pelabuhan sehingga tidak boleh mengabaikan kepentingan publik, seperti menaikkan tarif kepelabuhanan pada saat pelayanan tidak memuaskan publik.

(hlz/hlz)


Komentar