Sabtu, 21 Juli 2018 | 22:41 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Aksi Korporasi
Senin, 11 Desember 2017 12:49

Pelabuhan Indonesia Investama Incar Aset Rp11,7 Triliun

Ire Djafar
(IPC/translogtoday)

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC yang khusus bergerak di bidang investasi, ditargetkan menguasai aset Rp11,7 triliun dengan return on equity (ROE) 16% hingga 2022.

Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya mengungkapkan PII diproyeksikan menjadi perusahaan investasi terkemuka di sektor kepelabuhanan dan pendukungnya, guna menciptakan nilai yang maksimal bagi stakeholders melalui standar pengelolaan yang berkelas dunia.

"Kehadiran PII sebagai perusahaan investasi pertama di Indonesia yang fokus di bisnis kepelabuhanan ini diharapkan menjawab kebutuhan perseroan di masa depan," ungkap Elvyn saat peluncuran PII di Jakarta, Senin (11/12).

Selain mengelola pendanaan pada anak perusahaan eksisting, kata Elvyn, PII juga akan mendukung pengembangan bisnis, peningkatan kapasitas, penguatan, pengelolaan risiko dan investasi perseroan.

"IPC sebagai korporasi tidak berhenti untuk melakukan pengembangan dan inovasi, pembentukan PII diharapkan menjadi ‘vehicle' kerja sama dengan investor strategis dalam rangka ekspansi usaha dan investasi jangka pendek di pasar sekunder," ujarnya.

Peluncuran PII diresmikan oleh Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya, serta dihadiri oleh jajaran direksi IPC Group, asosiasi, penyedia jasa serta lembaga keuangan dan perbankan, BUMN, dan pengguna jasa IPC.

Anak usaha IPC ke-17 ini dimiliki 99% sahamnya oleh IPC, sementara 1% sisanya dikuasai oleh PT Multi Terminal Indonesia, yang juga anak perusahaan IPC.

PII dinakhodai oleh oleh Randy Pangalila sebagai Direktur Utama, dan Direktur Keuangan IPC Iman Rachman sebagai Komisaris Utama PII.

Dalam kesempatan itu, Elvyn juga mengungkapkan bahwa IPC segera melakukan Initial Public Offering (IPO) PT Jasa Armada Indonesia (JAI), anak usahanya yang bergerak di bidang pelayanan kapal.

Kurang lebih 30% saham JAI akan ditawarkan di lantai bursa. Pada 2018 dan 2019, IPC menyiapkan dua anak perusahaan lagi yang akan melantai di bursa.
(hlz/hlz)


Komentar