Senin, 22 Januari 2018 | 07:44 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Selasa, 12 Desember 2017 16:30

Ekspor Batubara dan CPO Wajib Gunakan Kapal yang Dikuasai Pelayaran RI

Translog Today
batubara (repro)

JAKARTA - Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia yang mewajibkan eksportir batu bara dan crude palm oil (CPO) serta importir beras dan impor barang pemerintah mengggunakan kapal yang dikuasai oleh perusahaan pelayaran nasional Indonesia.

Aturan tersebut adalah Permendag No. 82 tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu yang diterbitkan pada tanggal 26 Oktober 2017.

Kebijakan ini adalah bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi XV dalam rangka deregulasi kebijakan nasional. Permendag tersebut terdiri dari 13 pasal. Diantara pasal-pasal yang krusial adalah pasal 3 dan 5.

Pada pasal 3, diatur tentang eksportir batubara dan CPO yang pengangkutannya diwajibkan menggunakan kapal yang dikuasai oleh perusahaan angkutan laut nasional.

Sedangkan untuk importir, pengangkutannya wajib menggunakan kapal yang dikuasai perusahaan angkutan laut nasional atas impor beras dan impor barang untuk pengadaan barang milik Pemerintah.

Meskipun demikian, Pemerintah tidak menutup penggunaan kapal yang dikuasai perusahaan angkutan laut asing selama kapal yang dikuasai oleh perusahaan angkutan laut nasional masih terbatas ketersediaan atau belum tersedia sebagaimana diatur di dalam pasal 5.

Untuk diketahui, rencana produksi batubara nasional hingga akhir 2017 diperkirakan mencapai 312 juta ton dimana 250 juta ton diantaranya adalah untuk tujuan ekspor sedangkan sisanya ton untuk konsumsi dalam negeri.

Sementara volume ekpsor minyak sawit Indonesia (CPO, PKO dan turunannya termasuk oleochemical dan biodiesel) selama semester I tahun 2017 tercatat mencapai 16,6 juta ton atau naik 25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 12,5 juta ton.

Konon, melalui kebijakan ini, diharapkan angkutan laut Indonesia dapat kembali bersinar dan menguasai kegiatan angkutan ekspor-impor Indonesia yang pernah dicapai pada masa era 1970-an hingga 1980-an. (adm/hlz)


Komentar