Sabtu, 21 Juli 2018 | 22:39 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 14 Desember 2017 06:25

Alat Sering Rusak, Pelabuhan Bitung Kewalahan Layani Bongkar Muat Petikemas

Aidikar M. Saidi
Terminal petikemas Pelabuhan Bitung (translogtoday/repro)

BITUNG -

Pelabuhan Bitung masih kewalahan melayani muatan kapal petikemas domestik menjelang tutup tahun. Akibatnya tujuh kapal regular antre berhari-hari menunggu sandar.

Kondisi tersebut diperburuk oleh kerusakan alat bongkar muat. Dari lima container crane (CC), hanya tiga unit yang bisa beroperasi. Satu unit CC dalam proses perbaikan dan satu unit lagi baru dalam proses pemasangan atau perakitan.

Pelabuhan terbesar di Sulawesi Utara itu juga terdapat fasilitas penunjang di container yard (CY), seperti dua unit RTG (rubber tyre gantry), tetapi juga dalam perbaikan.

"Kondisi pada Desember ini memang muatan padat dan kapal yang datang selalu full load," ujar Herdianta, General Manager PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Bitung kepada Translogtoday, Rabu (13/12) malam.

Dia mengatakan saat ini empat unit CC beroperasi semua melayani kegiatan bongkar muat petikemas, kecuali satu unit CC baru yang masih dalam proses uji coba (commisioning test) dan ditempatkan di lokasi yang tidak mengganggu kegiatan operasional.

Namun Herdianta mengakui, saat ini dua unit RTG memang tidak beroperasi sebab satu unit dalam proses perbaikan dan satu unit lagi dalam proses refurbishment.

Menurut dia, kapal yang tengah dilayani bongkar muat petikemas adalah KM Spil Caya, KM Bali Ayu dan KM Meratus Medan.  Dua kapal lain pada posisi labuh yakni KM Tanto Bersinar  dan KM Oriental Diamond.

KM Spil Caya dan KM Bali Ayu diharapkan selesai bongkar muat Kamis (14/12) pagi dan posisinya akan digantikan oleh KM Tanto Bersinar dan KM Oriental Diamond.

Berdasarkan Informasi dari perusahaan pelayaran di Jakarta dan Surabaya kepada Translogtoday, kapal yang antre di Pelabuhan Bitung pada pos Rabu (13/12) pukul 10:00 antara lain KM SPIL Caya tiba 7 Desember pukul 04:00. Kapal ini baru dilayani sandar pada 11 Desember pukul 19:20 di Dermaga 1 dan 2.

Selanjutnya, KM Meratus Medan 1 tiba pada 9 Desember pukul 17:00, baru dilayani pada 12 Desember pukul 18:19 dan disandarkan di Dermaga 3.

Hingga Rabu (13/12) malam, kapal yang belum dilayani adalah KM Bali Ayu yang tiba sejak 8 Desember pukul 06:00 direncanakan gantian dengan KM SPIL Caya di Dermaga 1.

Adapun, KM Oriental Diamond tiba 12 Desember pukul 18:00 menunggu gantian dengan KM Meratus Medan 1 di Dermaga 3, KM Tanto Bersinar tiba 11 Desember pukul 12:00 menunggu gantian dengan KM SPIL Caya di Dermaga 2.

KM Situ Mas tiba15 Desember menunggu gantian dengan KM Tanto Bersinar di Dermaga 2, sementara KM Tanto Star direncanakan tiba Jumat (15/12) pukul 13:0 menunggu gantian dengan KM Oriantal Diamond.

Di Dermaga 1 dan 2 dilaporkan kondisi CC No.2 sering rusak, CC No.4 di Dermaga 3 kini produktivitas hanya 15 BSH (box ship per hours) karena dilayani satu unit CC saja.

RTG Rusak 

Menurut kalangan perusahaan pelayaran, dari 6 unit RTG yang melayani bongkar muat petikemas dan delivery di Bitung, dua unit di antaranya dalam kondisi rusak dan sudah tidak bisa diandalkan.

Akibatnya volume bongkar muat dan delivery yang ada sekarang tidak seimbang lagi dengan ketersedian RTG di CY. “Jadi memang perlu adanya perbaikan dan penambahan alat baru agar kegiatan bisa berjalan lancer, sebab CC No. 2 sering rusak,” ujar salah satu pelaku usaha pelayaran.

Menurut dia, kegiatan sandar kapal di Dermaga 1 dan 2 relatif lancar karena dilayani dua unit CC. Namun sandar kapal di Dermaga 3 hanya dilayani satu CC, sementara satu dari tiga CC di Dermaga 1 dan 3 sering rusak, sehingga tidak bisa kerja terlalu lama.

(hlz/hlz)


Komentar