Senin, 22 Oktober 2018 | 17:00 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Aksi Korporasi
Jumat, 22 Desember 2017 13:24

Jasa Armada Indonesia Resmi Melantai di BEI

Ire Djafar
(translogtoday/JAI)

JAKARTA -

PT Jasa Armada Indonesia Tbk (JAI), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/12).

Perusahaan yang tercatat dengan kode saham IPCM ini melepas 1,21 miliar lembar saham baru atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor.

IPCM resmi menjadi emiten ke-35 yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 2017.

Setelah masa penawaran yang berlangsung pada 18-19 Desember 2017, harga IPO saham JAI ditetapkan sebesar Rp380 per lembar.

Dengan demikian, JAI akan memperoleh dana sekitar Rp461,89 miliar dari hasil IPO ini.

Saham JAI juga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) saat proses penawaran awal (bookbuilding) sebanyak dua kali.

Perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (joint lead underwriters/JLU), sementara PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi (underwriter).

JAI juga mengalokasikan sebanyak-banyaknya 10% saham untuk karyawan melalui program Employee Stock Allocation (ESA). 

“Seluruh proceed IPO kami serahkan sepenuhnya kepada JAI. Kami berharap momentum IPO ini menjadi langkah yang baru bagi JAI untuk terus mengembangkan perusahaan. Kami bangga JAI sudah secara resmi tercatat dibursa dan sahamnya dapat dimiliki oleh publik,” ujar Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya.

Biayai Belanja Modal 

Perseroan berencana menggunakan 90% dan hasil IPO untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex), sisanya 10% untuk modal kerja (working capital).

Perseroan berencana menambah armada untuk segmen bisnis ship to ship (STS), jalur kanal, dan pelabuhan swasta.

Selain untuk keperluan ekspansi, IPO akan membuat JAI lebih profesional dan transparan.

Sebagai informasi, JAI merupakan perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal terbesar di Indonesia. Saat ini, IPC menguasai 99,86% saham JAI, sementara PT Multi Terminal Indonesia memiliki 0,14% saham.

JAI merupakan perusahaan pemanduan dan penundaan kapal yang memiliki tingkat profitabilitas paling tinggi. Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata margin laba bersih mencapai 19,4%.

(hlz/hlz)


Komentar