Sabtu, 21 Juli 2018 | 22:10 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Jumat, 22 Desember 2017 19:41

Kemenhub Tetapkan 15 Trayek Tol Laut 2018, Peran Swasta Diperluas

Translog Today
(Pelindo III)

JAKARTA -

Kementerian Perhubungan menetapkan 15 trayek Tol Laut untuk tahun 2018, termasuk dua trayek baru dan tiga trayek pengumpan (feeder).

Trayek Tol Laut itu ditetapkan melalui Keputusan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Nomor AL.108/5/17/DJPL-17 tentang Jaringan Trayek Penyelenggaraan Angkutan Barang di Laut Tahun Anggaran 2018, yang diterbitkan pada 20 Desember 2017.

Berdasarkan keputusan Dirjen Hubla itu, trayek berjumlah 15 trayek utama dengan tambahan dua trayek baru dan tiga trayek feeder, yaitu Trayek T-4 (Hub Tahuna), Trayek T-5 (Hub Tobelo) dan Trayek T-8 (Hub Biak).

Pengoperasian kapal pada trayek-trayek tersebut dilakukan oleh perusahaan angkutan laut nasional melalui mekanisme penugasan dan pelelangan umum dengan hak dan kewajiban yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan.

Menurut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Dwi Budi Sutrisno, dalam Keputusan Dirjen itu juga diatur peran dari masing-masing unit terkait di Kemenhub dan Dinas Perhubungan di daerah dalam mendukung pelaksanaan program Tol Laut.

“Secara fungsional Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut berperan melakukan pembinaan angkutan laut, termasuk penyelenggaraan angkutan barang di laut agar terpadu dengan sub sistem angkutan laut dalam negeri serta moda transportasi lainnya sehingga dapat mencapai maksud, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan,” ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Jumat (22/12).

Dia mengatakan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi, Kabupaten/Kota di pelabuhan pangkalan dapat melakukan koordinasi untuk kelancaran pelaksanaan penyelenggaraan angkutan barang di laut.

Adapun Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) bertugas mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan angkutan barang di laut per voyage (di pelabuhan pangkal).

Selain itu, melakukan pemantauan dan membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan operasional penyelenggaraan angkutan barang di laut di pelabuhan singgah (di pelabuhan singgah).

Dwi menambahkan, penyelenggaraan angkutan barang di laut dilaksanakan berdasarkan trayek tetap dan teratur atau linier serta perusahaan angkutan laut nasional sebagai operator kapal harus mengumumkan jadwal kedatangan dan keberangkatan di setiap pelabuhan singgah.

Libatkan Swasta

Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko mengungkapkan pada pertengahan Januari 2018, lelang operator tol laut akan dilaksanakan untuk 9 trayek, di mana 6 trayek sudah ditugaskan kepada PT Pelni dan sisanya akan melibatkan swasta. 

“Kita targetkan pertengahan Februari 2018 lelang telah selesai dan operator bisa mulai menjalankan tugasnya,” tuturnya.

Dia meyakini swasta memiliki peran besar mengingat pada pelaksanaan tol laut pada 2017 beberapa operator swasta telah turut menjalankan tol laut. 

“Kalaupun masih kurang, kita bisa meminta kepada BUMN seperti PT ASDP Indonesia Ferry dan Djakarta Dlloyd,” kata Wisnu.

Pihaknya juga akan meningkatkan jumlah pusat logistik “Rumah Kita” sebagai tempat mengumpulkan barang-barang yang diangkut tol laut di pelabuhan tujuan.

“Rumah kita bisa bersinergi dengan pelabuhan yang memiliki area gudang yang luas, jadi tidak harus selalu baru,” ujarnya.
 

Berikut adalah jaringan trayek Tol Laut Tahun Anggaran 2018:

1) Trayek T-1 : Teluk Bayur – Pulau Nias (Gunung Sitoli) – Mentawai – Pulau Enggano – Bengkulu (Kapal Utama)

2) Trayek T-2 : Tanjung Priok – Tanjung Batu – Blinyu – Tarempa – Natuna (Selat Lampa) – Midai – Serasan – Tanjung Priok (Kapal Utama)

3) Trayek T-3 : Tanjung Priok – Belang Belang – Sangatta – Nunukan – Pulau Sebatik (Pulau Nyamuk) – Tanjung Perak (Kapal Utama) 

4) Trayek T-4 : Tanjung Perak – Makassar – Tahuna – Tanjung Perak (Kapal Utama)

Tahuna – Kahakitang – Buhias – Tagulandang – Biaro – Lirung – Melangoane – Kakorotan – Miangas – Marore – Tahuna (Kapal Penghubung/Feeder)

5) Trayek T-5 : Tanjung Perak – Makassar – Tobelo – Tanjung Perak (Kapal Utama) 

Tobelo – Maba – Pulau Gebe – Obi – Sanana – Tobelo (Kapal Penghubung/Feeder)

6) Trayek T-6 : Tanjung Perak – Tidore – Morotai – Tanjung Perak (Kapal Utama)

7) Trayek T-7 : Tanjung Perak – Wanci – Namlea – Tanjung Perak (Kapal Utama)

8) Trayek T-8 : Tanjung Perak – Biak – Tanjung Perak (Kapal Utama)

Biak – Oransbari – Waren – Teba – Sarmi – Biak (Kapal Penghubung/Feeder)

9) Trayek T-9 : Tanjung Perak – Nabire – Serui – Wasior – Tanjung Perak (Kapal Utama)

10) Trayek T-10 : Tanjung Perak – Fak-fak – Kaimana – Tanjung Perak (Kapal Utama)

11) Trayek T-11 : Tanjung Perak – Timika – Agats – Merauke – Tanjung Perak (Kapal Utama Crossing)

12) Trayek T-12 : Tanjung Perak – Saumlaki – Dobo – Tanjung Perak (Kapal Utama)

13) Trayek T-13 : Tanjung Perak – Kalabahi – Moa – Rote (Ba’a) – Sabu (Biu) – Tanjung Perak (Kapal Utama)

14) Trayek T-14 : Tanjung Perak – Larantuka – Adonara (Terong) – Lewoleba – Tanjung Perak (Kapal Utama)

15) Trayek T-15 : Tanjung Perak – Kisar (Wonreli) – Namrole – Tanjung Perak (Kapal Utama)

(hlz/hlz)


Komentar