Senin, 10 Desember 2018 | 15:30 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Bea Cukai
Selasa, 02 Januari 2018 13:11

Forwabeac Awasi PMK 146/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau

Ire Djafar
(translogtoday/ire)

JAKARTA - Di pengujung tahun, tepatnya 31 Desember 2017, Forum Wartawan Bea Cukai (Forwabeac) menggelar sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 146 Tahun 2017 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Sosialisasi ini di kalangan wartawan bea dan cukai dinilai penting sebab beleid yang diterapkan mulai Januari 2018 itu berdampak terhadap penerimaan negara dan industri tembakau.

Pada awal November 2017, PMK 146/2017 tersebut juga telah disosialisasikan kepada kalangan importir, eksportir, produsen dan asosiasi petani tembakau.

Muslih Syahbana Lubis, wartawan senior dari Port Media yang menjadi salah satu pembicara dalam media gathering tersebut, memaparkan beberapa pandangannya terkait PMK itu.

"Forum Wartawan Bea Cukai diharapkan mampu melakukan kontrol sosial untuk petani cengkih dan regulator, khususnya Ditjen Bea Cukai," jelas Muslih.

Menurut dia, PMK 146/2017 guna kepentingan penerimaan negara dan kesepakatan dengan DPR-RI terkait dengan target penerimaan cukai tahun 2018, Menteri Keuangan memandang perlu mengeluarkan peraturan tersebut.

PMK diperuntukkan bagi Hasil Pengolahan Tembakau Lain (HPTL), di antaranya tembakau hirup, tembakau kunyah, tembakau molases (dalam istilah biologi adalah selulosa).

Dalam kesempatan itu, Muslih menyampaikan pesan dari Dirjen Bea Dan Cukai Heru Pambudi yang masuk ke telepon selulernya di sela-sela acara. "Selamat Gathering Pak, Aku Masih di Luar Kota," ucap Heru.

Sebelumnya, Heru mengatakan penerimaan negara dari sektor bea dan cukai telah mencapai 100,11% atau Rp189,35 triliun dari target Rp189,14 triliun.

Rinciannya, penerimaan bea masuk Rp34,5 triliun atau 103,91% dari target Rp33,27 triliun, realisasi bea keluar Rp3,96 triliun atau 146,95% dari target Rp2,7 triliun.

Kemudian dari penerimaan cukai dari hasil tembakau dan ethil alkohol (MMEA) telah mencapai Rp150,81 triliun atau 98,46% dari target Rp153,16 triliun.

Sementara itu, Ketua Umum Forwabeac Hendry Supardi mengharapkan PMK 146/2017 yang mulai berlaku pada 2018 dapat memberi kontribusi lebih besar terhadap penerimaan negara dari sektor cukai.

"Kami Forwabeac sangat mendukung hal tersebut, karena ini menyangkut kepentingan bangsa dan negara," kata Hendry, yang juga tampil sebagai pembicara dalam diskusi tersebut.

Mewakili rekan wartawan lainnya, Muslih menyampaikan terimakasih kepada beberapa instansi dan perusahaan yang memberikan dukungan sehingga acara dapat terlaksana, di antaranya Jakarta Internasional Container Terminal (JICT), Terminal Petikemas Koja (TPK KOJA), IPC Car Terminal (Indonesia Kendaraan Terminal/IKT).

Indonesia Port Corporation (IPC) dan Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok turut mendukung kegiatan tersebut, yang untuk kali pertama dilakukan oleh Forwabeac dengan kesederhanaan. (hlz/hlz)


Komentar