Jumat, 22 Juni 2018 | 12:14 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Bea Cukai
Rabu, 03 Januari 2018 13:20

Ini Syarat Barang Bawaan Penumpang dan Awak Transportasi Bebas Bea Masuk dan Cukai

Translog Today
Pemeriksaan bea cukai di bandara (repro)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang Yang Dibawa Oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut.

PMK yang terbit pada 27 Desember 2017 ini disebutkan untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan atas ekspor dan impor barang yang dibawa oleh penumpang dan awak sarana transportasi.

Menurut PMK yang berlaku mulai 1 Januari 2018 ini, barang bawaan penumpang atau awak sarana transportasi yang diberitahukan kepada pejabat Bea dan Cukai, yakni:

1. Perhiasan emas, perhiasan mutiara, dan perhiasan bernilai tinggi lainnya yang termasuk dalam kategori jenis barang yang tercantum dalam BAB 71 Buku Tarif Kepabeanan Indonesia;

2. Barang yang akan dibawa kembali ke dalam Daerah Pabean;

3. Uang tunai dan/ atau instrumen pembayaran lain dengan nilai paling sedikit Rp100 juta atau dengan mata uang asing yang nilainya setara dengan itu; dan/ atau

4. Barang ekspor yang dikenakan bea keluar.

Penumpang yang membawa barang ekspor itu wajib menyampaikan pemberitahuan ekspor barang, nota pelayanan ekspor, cetak tiket, dan pemberitahuan pembawaan barang ekspor yang telah ditandatangani oleh eksportir.

Pemberitahuan ditujukan kepada Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk untuk mengawasi barang yang dibawa oleh penumpang di terminal keberangkatan internasional.

Adapun barang ekspor yang akan dibawa kembali oleh penumpang, menurut PMK ini, diberitahukan dengan menggunakan pemberitahuan pembawaan barang untuk dibawa kembali.

PMK ini menegaskan, barang ekspor yang dibawa oleh penumpang atau awak sarana pengangkut, kewajiban pabeannya diselesaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai bea keluar.

Barang Impor

PMK ini juga menegaskan, penumpang atau awak sarana pengangkut juga wajib memberitahukan barang impor, secara lisan ataupun tertulis pada tempat tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

"Pemberitahuan secara tertulis sebagaimana dimaksud disampaikan dengan menggunakan Custom Declaration; atau Pemberitahuan Impor Barang Khusus," bunyi Pasal 9 ayat (4) PMK ini.

Menurut PMK ini, barang pribadi penumpang yang diperoleh dari luar negeri atau daerah pabean dengan nilai paling banyak FOB US$500 per orang untuk setiap kedatangan, diberikan pembebasan bea masuk.

Dalam hal nilai barang pribadi penumpang yang diperoleh dari luar daerah pabean melebihi batas US$500, dipungut bea masuk pajak dalam rangka impor, tulis Pasal 12 ayat (2) PMK ini.

Bebas Cukai

Selain bebas bea masuk, barang pribadi penumpang yang merupakan barang kena cukai, diberikan pembebasan cukai untuk setiap orang dewasa dengan ketentuan: 200 batang sigaret, 25 batang cerutu, atau 100 gram tembakau iris/produk hasil tembakau lainnya; dan/atau 1 liter minuman mengandung etil alkohol.

Adapun terhadap barang pribadi awak sarana pengangkut dibebaskan bea masuk dengan nilai pabean paling banyak FOB US$50 per orang untuk setiap kedatangan. Kelebihan dari batasan ini dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

Apabila barang bawaan penumpang bernilai lebih dari FOB US$500, maka berlaku ketentuan: tarif bea masuk ditetapkan 10%; dan nilai pabean ditetapkan berdasarkan keseluruhan nilai pabean barang impor bawaan penumpang dikurangi dengan FOB US$500.

Demikian juga terhadap barang impor bawaan awak sarana pengangkut yang memiliki nilai pabean melebihi FOB US$50 berlaku ketentuan: tarif bea masuk ditetapkan 10%; dan nilai pabean ditetapkan berdasarkan keseluruhan nilai pabean barang impor bawaan penumpang dikurangi dengan FOB US$50. (kemenkeu/setkab) (hlz/hlz)


Komentar