Sabtu, 21 Juli 2018 | 22:21 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 09 Januari 2018 11:38

Pelayanan di NPCT-1 dan JICT Terganggu, Komitmen Pengelola TPK Dipertanyakan

Translog Today
(translogtoday)

JAKARTA -

Pengelola terminal petikemas (TPK) ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok dituntut mampu memastikan kelancaran pelayanan kepada pelanggan agar biaya logistik bisa termonitor dengan baik.

Menurut Ketua Umum Indonesia Maritime, Logistics & Transportation Watch (IMLOW) Roelly Pangabean, ketidakpastian kelancaran pelayanan di pelabuhan menyebabkan munculnya biaya tambahan yang tidak diduga sehingga merugikan pengusaha.

"Pengelola TPK harus dapat memberikan jaminan dan komitmennya terhadap seluruh aktivitas layanan di terminalnya," ujarnya, Selasa (9/1), menanggapi karut marut pelayanan di sejumlah terminal peti kemas Tanjung Priok saat ini.

Roelly mengatakan, masih adanya keluhan pengguna jasa di sejumlah TPK Tanjung Priok mengindikasikan komitmen manajemen terminal dalam mendahulukan kepentingan pengguna jasanya patut dipertanyakan.

"Semestinya kepentingan pengguna jasa menjadi prioritas dalam layanan di terminal sehingga biaya logistik tidak melambung," ujarnya.

Masalah di Tanjung Priok 

Pada awal pekan ini, pengguna jasa pelabuhan memprotes dan mengeluhkan layanan pemeriksaan fisik peti kemas impor atau behandle di New Priok Container Terminal One (NPCT-1) lantaran alat bongkar muat jenis reach stacker di terminal itu rusak.

Pengguna jasa itu diwakili oleh Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) DKI Jakarta dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta.

Kondisi tersebut mengakibatkan puluhan petikemas impor yang sudah terjadwal dilakukan pemeriksaan harus menunggu hingga lebih dari tiga hari.

Ketidaklancaran layanan juga terjadi pada aktivitas penerimaan dan pengeluaran receiving delivery (R/D) peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), menyusul peralihan operator alat bongkar muat di terminal itu sejak awal Januari 2018.

Saat ini, terdapat lima pengelola TPK ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, yakni JICT, TPK Koja, Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), Terminal 3 Priok, dan NPCT-1.

Roelly mengatakan, seluruh stakeholders mesti memiliki komitmen bersama untuk membantu pemerintah menurunkan biaya logistik yang saat ini masih tinggi, termasuk pengelola pelabuhan. (hlz/hlz)


Komentar