Kamis, 26 April 2018 | 10:42 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Minggu, 14 Januari 2018 07:30

Tak Ada Lagi Antrean Kapal di Pelabuhan Bitung, Bongkar Muat Normal

Aidikar M. Saidi
(translogtoday/repro)

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, kini kembali normal, setelah menjelang tutup tahun 2017 hingga awal 2018 sempat terjadi antrean kapal.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia IV Cabang Bitung Herdianta mengakui antrean kapal sempat terjadi di pelabuhan tersebut terkait dengan kegiatan Natal dan tahun baru.

"Saat ini kegiatan bongkar muat sudah lancar kembali, tidak ada lagi antrean kapal seperti beberapa waktu lalu," ujarnya kepada Translogtoday, Sabtu (13/1).

Menurut Herdianta, pelabuhan terbesar di Sulawesi Utara itu sudah tidak ada lagi kapal yang antre menunggu pelayanan sandar untuk melakukan kegiatan bongkar muat.

Ada dua kapal yang dilayani untuk bongkar muat petikemas domestik pada Jumat lalu, yakni KM Tanto Jaya dan KM Spil Caya. "Bahkan kini ada satu berth kosong dan menunggu kapal," ujarnya.

Dia mengatakan kondisi saat ini justru dermaga yang menunggu kapal. Biasanya kapal yang antre menunggu fasilitas pelayanan di dermaga.

Untuk memperkuat layanan di Pelabuhan Bitung, Pelindo IV telah menambah satu unit container crane (CC) baru. Satu unit CC itu sudah dipasang dan dioperasikan di pelabuhan tersebut.

"Dengan ditambahnya satu unit CC, Pelabuhan Bitung kini memiliki lima unit CC dari sebelumnya hanya empat unit," kata Direktur Komersial Pelindo IV Farid Padang, belum lama ini.

Tingkatkan Pelayanan

Sementara itu, kalangan perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal petikemas rute ke Bitung mengharapkan penambahan alat baru itu bisa meningkatkan pelayanan bongkar muat petikemas.

Untuk diketahui, perusahaan pelayaran PT Tempuran Emas Tbk dan PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) mengoperasikan kapal besar pada rute ke Bitung yakni berkapasitas hingga 3.000 TEUs.

Pelindo IV juga membangun terminal petikemas yang dirancang berkapasitas 3 juta TEUs dengan perkiraan investasi Rp3 triliun.

Di pelabuhan itu juga akan dibangun lapangan penumpukan petikemas seluas 5 hektare serta penambahan dermaga sepanjang 131 meter dan lebar 35 meter, yang menelan biaya Rp365 miliar.

Dari Pelabuhan Bitung sudah ada layanan direct call tujuan Davao sejak Desember 2016. Pelayaran rute internasional ini bekerja sama dengan Maersk Line.  (hlz/hlz)


Komentar