Jumat, 17 Agustus 2018 | 02:58 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Lepas Pantai
Sabtu, 20 Januari 2018 21:07

JAI Perluas Kerja Sama Pandu-Tunda di TUKS Kontraktor Minyak Asing

Aidikar M. Saidi
(translogtoday/ams)

JAKARTA -

PT Jasa Armada Indonesia Tbk, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC, mengincar kerja sama lebih luas jasa pandu dan tunda di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) yang dikelola oleh kontraktor perminyakan asing di seluruh Indonesia.

"IPC melalui anak perusahaannya PT Jasa Armada Indonesia Tbk ingin berperan lebih besar lagi untuk kerja sama pelayanan pandu dan tunda di TUKS milik kontraktor perminyakan asing di Indonesia," ujar Riry S. Jetta, Direktur Pengelolaan Anak Perusahaan (PAP) IPC.

Oleh karena itu, dia berharap SKK Migas memberikan kesempatan kerja sama lebih luas bagi pelayanan pandu dan tunda di perairan wajib pandu pada kegiatan offshore (lepas pantai) dan STS (ship to ship), terutama di kawasan timur Indonesia.

Riry mengungkapkan hal tersebut di sela-sela penandatangan kerja sama operasi pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di wilayah perairan Pandu Luar Biasa di TUKS Teluk Jabung Jambi antara JAI dan PetroChina Internasional Tanjung Jabung Ltd di Jakarta, Jumat (19/1).

JAI, salah satu anak usaha IPC yang sudah go public, bermodal dukungan SKK Migas mulai menggarap pelayanan pandu dan tunda kapal TUKS yang dikelola perusahaan China tersebut di Teluk Jabung.

Perjanjian kerja sama pelayanan operasi antara JAI dan PetroChina International Jabung itu turut disaksikan oleh Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut Chandra Irawan, dan Direktur Operasi dan System Informasi IPC Prasetyadi.

“Melalui kerja sama operasional ini, PetroChina bisa megurangi biaya dan JAI mendapat benefit. Kami saling memberi keuntungan,” jelas Direktur Utama JAI Dawam Atmosudiro.

Kontrak pertama

Menurut Dawam, kerja sama itu kontrak pertama setelah JAI go public, meskipun kerja sama dengan TUKS sudah banyak dilakukan sejak 2014 di Banten. Namun, dia mengakui kerja sama itu tidak pernah dipublikasikan. Dari 46 TUKS di provinsi itu, 23 TUKS sudah bekerja sama dengan JAI.

Dia mengatakan, Banten merupakan prospek pasar paling besar untuk kegiatan pelayanan pandu dan tunda di TUKS, selain melayani kegiatan pandu dan tunda di pelabuhan umum Ciwandan dan Cigading.

Khusus kerja sama dengan PetroChina di Teluk Jabung, kata Dawam, dalam sebulan melayani pemanduan dua unit kapal asing berkapasitas angkut 120.000 ton dan tujuh unit kapal distribusi BBM dalam negeri.

Dawam mengungkapkan, JAI bisa meraih pendapatan sedikitnya Rp1,2 miliar per bulan. Kerja sama ini juga diharapkan bisa memudahkan pembayaran kewajiban kepada negara, terutama untuk pungutan PNBP (Pungutan Negara Bukan Pajak). (hlz/hlz)


Komentar