Selasa, 22 Mei 2018 | 17:12 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Aksi Korporasi
Minggu, 21 Januari 2018 11:24

PT Dharma Lautan Utama Gelar Rakernas Tahunan di Jakarta

Hery Lazuardi
Direktur Utama DLU Erwin H. Poedjono (translogtoday/hl)

JAKARTA - PT Dharma Lautan Utama (DLU), perusahaan penyeberangan nasional berbasis di Surabaya, menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahunan ke-14 di Jakarta pada 19-20 Januari 2018, diikuti oleh seluruh level manajemen perusahaan.

Direktur Utama DLU Erwin H. Poedjono mengatakan Rakernas kali ini sengaja mengangkat tema “Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Kualitas Layanan dalam Menghadapi Era Perubahan” guna mengantisipasi perkembangan bisnis di dalam negeri, terutama angkutan laut.

“Rakernas ini juga untuk mengetahui sudut pandang konsumen di era perubahan saat ini dan mengidentifikasi kebutuhan regulasi terhadap era perubahan,” kata Erwin saat memberikan sambutan Focus Group Discussion (FGD) dalam Rakernas DLU, Sabtu (20/1).

Rakernas DLU 

FGD tersebut diikuti sejumlah narasumber, yakni Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, Managing Director LM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto, dan Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono.

Dari Kementerian Perhubungan hadir juga Kasubdit Pengembangan Usaha Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Syaiful, serta Kasubdit ASDP Direktorat Angkutan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Arif Muljanto.

Bertindak sebagai moderator adalah akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Tri Achmadi.

Era Perubahan 

Erwin mengatakan pelaku transportasi laut perlu mencermati perubahan dunia bisnis yang kini memasuki era baru dan berubah sangat cepat. “Perubahannya tidak linier tapi eksponensial. Dalam waktu singkat, muncul kompetitor yang tidak kelihatan tapi mampu merebut pangsa pasar dalam jumlah sangat besar,” ujarnya.

Era ini, lanjut Erwin, sering disebut era disrupsi karena perubahannya tidak mengikuti tatanan bisnis yang sudah ada tetapi membuat tatanan baru dalam dunia bisnis.

“Ini tidak lepas dari dukungan teknologi informasi dan penggunaan digital di seluruh lini kehidupan serta media sosial di seluruh dunia. Kemudian muncul bentuk bisnis baru,” ungkapnya.

Karena cepatnya perubahan yang terjadi, dampak yang ditimbulkan sangat besar, dan pengaruhi perusahaan yang sudah ada dan mempengaruhi persaingan bisnis yang tidak dibayangkan sebelumnya dan berbeda dengan pola persaingan yang dikenal selama ini.

“Contohnya di transportasi darat adalah taksi online. Dampak lain munculnya kepunahan perusahaan incumban, peningkatan pengangguran dan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Erwin.

Era perubahan tersebut, menurut dia, dapat juga terjadi pada transportasi laut, terbukti tumbangya beberapa perusahaan raksasa pelayaran seperti Maersk Line, Hanjin, dan sebagainya.

Oleh karena itu, tuturnya, pelaku usaha transportasi laut dituntut terus berbenah, antara lain dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan kualitas layanan, agar tidak tenggelam di era disrupsi dengan perubahan yang begitu cepat. (hlz/hlz)


Komentar