Minggu, 23 September 2018 | 05:16 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Bandara
Selasa, 23 Januari 2018 11:22

AP II Resmi Kelola Bandara Internasional Jawa Barat Hingga 2035

Translog Today
(AP II)

BANDUNG -

PT Angkasa Pura II (Persero) akan mengoperasikan seluruh aset sisi darat Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), termasuk pelayanan jasa kebandarudaraan dan jasa terkait bandara, hingga tahun 2035.

Hal itu tertuang dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) Penyelenggaraan Jasa Kebandarudaraan di BIJB antara AP II dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang ditandatangani oleh Presdir AP II Muhammad Awaluddin, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Dirut BIJB Virda Dimas Ekaputra, Senin (22/1).

"Intinya secara keseluruhan operasional BIJB akan dilaksanakan oleh AP II dan kami yakin kehadiran kami dapat berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah setempat,” kata Awaluddin usai penandatanganan PKS yang disaksikan oleh Menteri PPN/Bappenas Bambang P. S Brodjonegoro dan Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari.

Penandatanganan PKS merupakan tindaklanjut dari framework commitment dan nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara AP II dan PT BIJB pada Juli 2017. 

MoU itu menunjuk AP II sebagai operator atau pengelola BIJB untuk kerja sama operasi (KSO) Penyelenggaraan Jasa Kebandarudaraan, termasuk pengoperasian dan pemeliharaan bandara selama jangka waktu perjanjian.

Jangka waktu PKS yakni selama 17 tahun, di mana AP II akan mengelola BIJB sampai dengan 2035 dengan kepemilikan saham korporasi antara 25%-49%.

Tim ORAT 

Selajutnya, AP II segera membentuk Tim Operation Readiness and Airport Transfer (ORAT) bersama dengan PT BIJB dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. 

Tim ORAT akan bertugas mengatur persiapan pra-operasi bandara guna memastikan kesiapan operasional bandara, termasuk melakukan inventarisasi aset dan due diligence yang diperlukan. 

Setelah penandatangan tersebut, AP II akan fokus pada tiga hal, yakni percepatan penyelesaian konstruksi proyek, operasi bandara untuk mendukung Penerbangan Angkutan Haji pada Juni 2018, dan perpanjangan landas pacu dari 2500 m x 60 m menjadi 3000 m x 60 m.

Dalam pengoperasian tahap awal, BIJB memiliki terminal berkapasitas 5 juta penumpang per tahun dan akan dikembangkan kapasitas ultimate untuk dapat melayani 18 juta penumpang per tahun.

“Nantinya di BIJB ini akan kami implementasikan dan tingkatkan soft infrastructure seperti bandara AP II lainnya guna memberikan pelayanan kepada penumpang dalam program Smart Airport untuk meningkatkan customer experience," ujarnya. 

Program itu antara lain aplikasi mobile dan mengefisiensikan kegiatan operasional bandara dengan membangun infrastruktur digital di BIJB. Salah satunya adalah dengan penggunaan aplikasi mobile Indonesia Airports dan aplikasi operasional iPerform,
” kata Awaluddin. (hl)

(hlz/hlz)


Komentar