Jumat, 17 Agustus 2018 | 03:01 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 29 Januari 2018 14:24

Pelabuhan Sebalang Butuh Fasilitas Breakwater dan Akses Jalan Aspal

Aidikar M. Saidi
Demaga eksisting Pelabuhan Sebalang, Lampung (translogtoday/ams)

BANDAR LAMPUNG -

Pelabuhan Sebalang, Bandar Lampung, dinilai tidak layak untuk menampung perahu layar motor/kapal layar motor (PLM/KLM) karena belum dilengkapi dengan breakwater agar kapal aman sandar di dermaga.

Pelabuhan Sebalang merupakan salah satu pelabuhan di daerah Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, milik Kementerian Perhubungan. Pembangunan fasilitas trestle dan dermaga pelabuhan itu telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2013.

Rencanaya, tahun ini Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan membangun fasilitas dermaga sepanjang 80 meter di ujung trestle eksisting (40 x 10 meter dua dermaga) dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sesuai dengan perjanjian antara Gubernur Lampung dan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC belum lama ini, disepakati Pelabuhan Sebalang dijadikan lokasi untuk kegiatan bongkar muat PLM/KLM atau kapal milik pelayaran rakyat.

jalan pelabuhan sebalang  

Menurut survei IPC Panjang, Pelabuhan Sebalang membutuhkah pengembangan fasilitas pendukung yang cukup mendesak, yakni fasilitas pemecah ombak (breakwater) sebab perairannya berombak tinggi. Selain itu, akses jalan masuk yang masih berupa tanah dan batu perlu diaspal.

Untuk diketahui, fasilitas eksisting yakni trestle sepanjang 500 meter, akses jalan tanah ke lokasi pelabuhan sepanjang 4 km (dari jalan raya Bakauheni - Bandar Lampung) tanpa lampu penerangan, lahan kosong, dan kedalaman kolam sekitar 4 - 5 LWS.

Tak Perlu Breakwater

Namun khusus penahan ombak, berdasarkan hasil kajian teknis Kementerian Perhubungan dinyatakan gelombang masih aman. Artinya menurut kajian Pemerintah pada 2012, Pelabuhan Sebalang tidak memerlukan breakwater.

"Kajian teknis Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyatakan Sebalang aman dari gelombang laut sehingga belum membutuhkan penahan ombak. Apalagi di sana ada PLTU Sebalang yang jaraknya sekitar 400 meter saja," jelas Abdul Nasir, Kabid Lala dan Usaha Kepelabuhanan Kkantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang kepada translogtoday Rabu (24/1).

KSOP Kelas I Panjang menegaskan, ke depan Pelabuhan Sebalang diperuntukkan bagi kegiatan bongkar muat KLM/PLM dan sandar kapal negara.

"Pelayaran rakyat yang melakukan kegiatan di dermaga umum Pelindo dinilai cukup mengganggu, karenanya pemerintah berupaya menertibkan dengan memindahkan ke Sebalang," tuturnya.

Data IPC Panjang mencatat, kegiatan bongkar muat KLM/Pelra di dermaga C2 (dermaga umum) sepanjang 2016 sebanyak 52.279 ton, sementara pada 2017 turun menjadi 49.546 ton.

Untuk kunjungan kapal pada 2016 tercatat sebanyak 19.643 GT, sedangkan tahun lalu 16.037 GT.

(hlz/hlz)


Komentar