Selasa, 20 Februari 2018 | 12:52 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 29 Januari 2018 16:51

TPK Pelabuhan Panjang Kena Spin-off, Pendapatan Dipastikan Anjlok

Aidikar M. Saidi
Pelabuhan Panjang, Lampung

BANDAR LAMPUNG -

Pelabuhan Panjang Lampung meraih pendapatan Rp401 miliar selama 2017 atau naik 20% dibandingkan dengan pencapaian 2016 sebesar Rp333 miliar.

Laba juga melonjak 51% dari Rp60 miliar 2016 menjadi Rp90,5 miliar pada 2017, sementara biaya perusahaan meningkat 13% dari Rp274 miliar menjadi Rp311 miliar.

Namun, pada 2018 ini pendapatan diprediksi merosot setelah PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) melakukan spin off pengoperasian Terminal Petikemas (TPK) Pelabuhan Panjang kepada PT IPC TPK, anak perusahaan Pelindo II.

"Sudah dipastikan pendapatan Pelindo II Cabang Panjang akan turun drastis karena sebagian pendapatan beralih ke IPC TPK," ujar Mulyadi, General Manager Pelindo II Cabang Pelabuhan Panjang kepada translogtoday, Rabu (22/1).

Pasalnya, jelas Mulyadi, dari Rp401 miliar pendapatan 2017 sebesar Rp146,5 miliar sebagian merupakan pendapatan pengoperasian terminal petikemas.

“Jadi (pendapatan) 2018 akan berkurang sebesar itu, hanya tinggal menerima rental fee saja Rp29,2 miliar per tahun selama tiga tahun sesuai kontrak ditambah dengan 5% pertumbuhan per tahun,” ungkapnya.

Bantu Pemasaran  

Mulyadi mengatakan peralihan pengoperasian Terminal Petikemas ke IPC TPK efektif dimulai sejak 1 Januari 2018. Tanah dan bangunan, alat dan SDM sudah diserahkan pengoperasiannya, tetapi Cabang Panjang masih ikut membantu pemasaran dan pengawasannya.

Menurut dia, dibandingkan dengan pelabuhan lainnya di Pelindo II seperti Pontianak, Palembang dan Jambi, pendapatan Pelabuhan Panjang dari non-petikemas atau curah kering, bag cargo dan general cargo masih berprospek bagus, sehingga pendapatan masih bisa memadai.

Untuk diketahui, sejak 1 Januari 2018, Pelindo II sudah melakukan spin off terhadap lima terminal petikemas, yakni di Pelabuhan Panjang (Lampung), Teluk Bayur (Sumatera Barat), Jambi (Jambi) Palembang (Sumatera Selatan), Pontianak (Kalimantan Barat) dan di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta yang kini dikelola oleh PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP).

(hlz/hlz)


Komentar