Selasa, 16 Oktober 2018 | 08:15 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 30 Januari 2018 09:40

PT PTP Tambah Fasilitas di Terminal Operasi 3

Ire Djafar
(IPC)

JAKARTA -

PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) menambah sejumlah fasilitas di area kerja Terminal Operasi 3. Fasilitas itu, yakni VMT (vehicle mounted terminal) 30 unit, microtik 30 unit, CCTV 3 unit, dan lampu penerangan (LED) 12 unit.

Penambahan fasilitas ini bertujuan meningkatkan pelayanan bongkar muat dari kapal menuju area penumpukan, sehingga akan mempercepat aktivitas bongkar muat di Terminal Operasi 3.

VMT yang diletakkan persis di sisi sopir truk tersebut berbentuk layar persegi, serta memiliki ukuran 9,7 dan berfungsi untuk menerima data identitas yang merupakan nomor petikemas yang dikirim oleh control tower.

Selanjutnya sopir truk yang menerima nomor petikemas melalui layar VMT tersebut, langsung meletakkan petikemas di area penumpukan sesuai dengan perintah yang tertera pada VMT.

Dengan fasilitas VMT, sopir truk tidak lagi membutuhkan surat manual peletakan petikemas. Ini juga menunjukkan bahwa Terminal Operasi 3 telah menerapkan pola digitalisasi (paperless) dalam penentuan peletakan petikemas di area penumpukan.

Untuk menunjang kekuatan sinyal pada VMT, persis di belakang truk diletakkan microtik, sehingga VMT tidak akan kehilangan kekuatan sinyal untuk mengeluarkan data nomor petikemas pada layarnya.

Adapun penambahan CCTV di Terminal Operasi 3 memiliki tiga tujuan, yaitu memantau sisi keamanan terkait aktivitas bongkar muat, memantau sisi keselamatan pekerja yang tengah melaksanakan kegiatan bongkar muat, dan memantau bongkar muat di area lini 1 Terminal Operasi 3.

Layanan Ocean Going 

Asman Operasi Ocean Going Terminal Operasi 3 Febriandika Putra Anggia menjelaskan, penambahan fasilitas tersebut untuk meningkatkan pelayanan di ocean going di Terminal Operasi 3 dalam hal kelancaran aktivitas bongkar muat.

Untuk penambahan lampu LED, kata Febriandika, berfungsi untuk menambah penerangan saat bongkar muat petikemas berlangsung pada malam hari.

PT PTP merupakan salah satu dari 17 anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC yang bergerak di bisnis pelayanan bongkar muat barang dengan spesialisasi menangani petikemas dan cargo break bulk.

PT PTP beroperasi secara penuh sejak November 2014 sebagai sebuah perseroan dengan tiga terminal utama dan satu terminal pendukung dalam pengusahaan bisnisnya.

Tiga terminal itu adalah Terminal 1 yang berfokus pada penanganan kargo curah kering dan curah cair, Terminal 2 berfokus pada penanganan petikemas domestik dan kargo break bulk, sedangkan Terminal 3 khusus menangani petikemas domestik.

“Terminal internasional untuk terminal pendukung atau disebut juga area Non Terminal, ada terminal yang dipergunakan sebagai area pendukung Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3,” ujar Febriandika.

(hlz/hlz)


Komentar