Minggu, 23 September 2018 | 05:45 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Teknologi
Kamis, 01 Februari 2018 22:28

Pelindo III Kembangkan Aplikasi Mobile Jasa Kepelabuhanan 'Home Terminal'

Translog Today

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) meluncurkan aplikasi mobile Home Terminal sebagai salah satu bentuk inovasi guna mempercepat dan mempermudah proses pemesanan layanan jasa kepelabuhanan.

Melalui aplikasi tersebut, pengguna jasa dapat memesan berbagai jasa kepelabuhanan cukup melalui smartphone. Ada empat fitur layanan yang terintegrasi dengan sistem operasi terminal (TOS), yakni vessel service, port activities, logistics, dan container management. 

“Fitur-fitur tersebut juga memungkinkan pengguna jasa memantau pergerakan kapal dan barangnya secara langsung (real-time) secara online,” kata Presiden Direktur Pelindo III IG. N. Askhara Danadiputra saat peluncuran Aplikasi Home Terminal di Kantor Perwakilan Pelindo III, Menteng, Jakarta, Kamis (1/2).

Pada kesempatan tersebut, Askhara melakukan live demo dengan menunjukkan langsung penggunaan fitur aplikasi tersebut untuk memperoleh layanan, seperti pemesanan jasa pemanduan, penundaan, dan tambat kapal.

Ada juga fitur layanan lanjutan, seperti pengurusan dokumen, port clearance (persetujuan berlayar, bea cukai, imigrasi, dan karantina) yang dilakukan secara terintegrasi.

“Lebih dari itu customer memperoleh manfaat berupa efisiensi dari pengurangan biaya operasional, dapat memantau posisi layanan secara real time online, serta kemudahan karena simplifikasi layanan,” kata Askhara yang biasa disapa Ari.

Dia menambahkan, Home Terminal dihadirkan sebagai nilai tambah layanan Pelindo III yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh para customers. Di samping itu sebagai media marketing dan informasi kepada customer dan pasar (marketplace), seligus implementasi model pemasaran berorientasi pelanggan.

“Home Terminal ini sepenuhnya hasil karya anak bangsa dari tim IT Pelindo III, dengan sinergi sejumlah entitas internal dalam grup usaha, seperti PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), PT Terminal Teluk Lamong (TTL), PT Pelindo Marine Service (PMS), PT Lamong Energi (LEGI), PT Pelindo Energi Logistik (PEL), dan PT Berkah Multi Cargo (BCM),” katanya.

Selain sisi internal, sejumlah instansi eksternal dari pelaku usaha di pelabuhan juga dilibatkan untuk bersama mengembangkan aplikasi ini, di antaranya Main Line Operator (MLO), Organda, pengelola depo, consignee, EMKL, freight forwarder, serta perusahaan dan agen pelayaran.

“Sebelumnya sudah ada tujuh perusahaan pelayaran yang berkomitmen menggunakan aplikasi Home Terminal. Untuk aplikasi yang mengintegrasikan semua layanan jasa kepelabuhanan, HomeTerminal merupakan yang pertama di Indonesia,” ungkapnya.

Beragam Layanan 

Commercial and Operational Director Pelindo III Mohammad Iqbal memaparkan, pada tahap awal aplikasi tersebut ditujukan untuk pelayanan kapal (vessel service), meliputi pemanduan (pilotage), penundaan (towage), dan penyandaran kapal (vessel berthing).

Selain itu, untuk pengisian bahan bakar (bunkering), pengisian air bersih (fresh water), jasa tambat (mooring/unmooring), pelayanan kapal (vessel handling), port clearance, penampungan limbah (waste disposal), daya kelistrikan (shore plug electricity), crew transfer, dan jasa terkait lainnya.

Aplikasi Home Terminal diimplementasikan bertahap mulai 1 Februari 2018 untuk vessel services di TPS dan TTL, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Tahap berikutnya pada Maret akan diperluas ke layanan terminal (port services) di seluruh terminal di Tanjung Perak.

Kemudian pada April penerapannya sudah meningkat hingga layanan logistik sampai ke depo peti kemas dan tahap selanjutnya yakni container management.

“Saat sudah beroperasi penuh, aplikasi Home Terminal bisa melayani seluruh kebutuhan utama pengguna jasa kepelabuhanan. Rantai birokrasi akan terpotong, sehingga sangat efisien,” ujarnya.

Dia menambahkan, kemampuan aplikasi ini untuk memonitor pergerakan kapal dan peti kemas dapat dikembangkan untuk mengendalikan dan mengevaluasi layanan lain, misalnya tingkat dwelling time di pelabuhan.

“Karena proses bisnis di pelabuhan secara prosedur dan praktiknya hampir sama, penggunaan Home Terminal sangat potensial untuk diterapkan di pelabuhan-pelabuhan lain. Demi meningkatkan efektivitas kinerja logistik di Indonesia,” pungkasnya.

(hlz/hlz)


Komentar