Minggu, 23 September 2018 | 05:57 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Galangan Kapal
Kamis, 01 Februari 2018 16:20

Tahun Ini, Industri Galangan Kapal Dalam Negeri Diprediksi Lesu

Tularji Adji
Muhammad Azis (muhammad azis)

JAKARTA - Industri galangan diprediksi lesu di 2018 setelah order dari pemerintah, khususnya melalui program Tol Laut diperkirakan tidak akan ada lagi di tahun ini setelah seratusan kapal selesai dibangun galangan nasional.

Ketua Bidang Kerja Sama dan Promosi Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Muhammad Azis mengatakan semua kapal yang dipesan Pemerintah melalui Kemenhub dalam rangka mensukseskan tol laut akan diserahkan pada tahun ini.

Dengan demikian, katanya, kebutuhan kapal dalam rangka tol laut sudah terpenuhi melalui seratusan kapal tersebut. "Tahun 2018 ini order kapal di Indonesia bakal merosot drastis, khususnya dari Pemerintah," katanya.

Azis menambahkan selain dari Pemerintah, order kapal dari BUMN seperti PT Pertamina (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pelni (Persero), PT Pelindo dan sebagainya pada 2018 ini juga belum memperlihatkan kepastiannya.

Dia menjelaskan selama dua tahun terakhir, pesanan pembangunan kapal dari pemerintah, khususnya melalui Kementerian Perhubungan, sudah merosot dan diperkirakan akan berlanjut hingga tahun ini.

"Hingga kini belum ada BUMN yang dapat memastikan akan membangun kapal di galangan dalam negeri. Saya kira, tahun ini akan menjadi tahun yang teramat berat bagi industri galangan kapal dalam negeri," ujarnya.

Azis mengakui kebijakan Pemerintah sejak 2014 yang meningkatkan kegiatan produksi kapal di dalam negeri, baik pengadaan kapal dalam rangka implementasi tol laut maupun armada alutsista telah mendorong investasi pada industri galangan kapal.

Sebelumnya, Ketua bidang Industri Penunjang Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Indonesia) Budhiarto Sulaiman mengatakan saat ini, industri galangan di Indonesia mulai khawatir dengan menurunnya order kapal baru karena saat ini sudah dirasakan oleh galangan swasta yang beroperasi di Batam, Kepulauan Riau.

Berdasarkan rilis Asosiasi perusahaan shipyard Batam atau Batam Shipyard Offshore Association (BSOA), tercatat sedikitnya 20 galangan kapal yang tutup karena sepinya pesanan kapal baru.

Galangan tersebut memperkerjakan lebih dari 200.000 tenaga kerja yang sebagian besarnya dari Indonesia. Sementara saat ini, sekitar 30 perusahaan galangan lainnya mencoba bertahan dengan menyelesaikan pesanan kapal pada tahun-tahun lalu dan sebagian lagi mengerjakan proyek perbaikan kapal

  (adm/hlz)


Komentar