Rabu, 23 Mei 2018 | 10:14 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Penerbangan
Jumat, 02 Februari 2018 16:25

Ini Dia Daftar Maskapai Paling Tepat Waktu dan Suka Delay

Translog Today

JAKARTA -

Kementerian Perhubungan merilis lima maskapai penerbangan nasional dengan ketepatan waktu (OTP) tertinggi, yakni rata-rata di atas 85% sepanjang 2017.

Berdasarkan evaluasi Direkturat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, maskapai yang paling tepat waktu adalah NAM Air yakni mencapai OTP 92,62% dengan jumlah penerbangan tepat waktu sebanyak 29.832.

Adapun empat maskapai tepat waktu lainnya, yakni Batik Air (88,66%), Garuda Indonesia (88,53%), Sriwijaya Air (88,69%) dan Citilink (88,33%).

Angka OTP itu cukup tinggi dan memenuhi target minimum, tetapi bagi Garuda yang selama ini memimpin OTP tergeser posisinya akibat gangguan penjadwalan ulang kru (schedulling crew) yang sempat berlarut-larut.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, hasil tersebut menunjukkan peningkatan pelayanan maskapai kepada penumpang. Perkembangan ini diharapkan meningkatkan kepercayaan penumpang terhadap maskapai dan mendorong bisnis penerbangan.

"Ketepatan waktu adalah salah satu pelayanan kepada penumpang yang sangat penting karena penumpang pesawat sejatinya membeli waktu penerbangan, selain membeli rute yang dibutuhkan. Dengan waktu penerbangan yang on-time, penumpang bisa menjalankan kegiatannya dengan tepat waktu juga," ujarnya. dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (2/2).

Penerbangan Domestik

Direktorat Angkutan Udara Ditjen Hubud Kemenhub melaporkan jumlah penerbangan rute domestik maskapai nasional pada Januari-Desember 2017 berjumlah 828.608, meningkat 8,5% dibanding 2016 yang berjumlah 763.522 penerbangan.

Sementara itu OTP maskapai pada 2017 mencapai 80,14% atau 664.024 penerbangan tepat waktu dari total 828.609 penerbangan.

Persentase ini turun 2,5% dibandingkan 2016 dengan OTP 82,67% atau 631.216 penerbangan dari total 763.522 penerbangan.

Laporan tersebut juga mencatat jumlah keterlambatan (delay) pada 2017 mencapai 159.153 penerbangan atau 19,21%, sementara pembatalan (cancelled) tercatast 5.432 penerbangan atau 0,66% dari total penerbangan domestik.

Penyebab keterlambatan dan pembatalan pada 2017 masih didominasi oleh faktor nonteknis operasional (terkait dengan maskapai) yaitu 9,67% atau 80.094 penerbangan.

Adapun akibat faktor teknis operasional (terkait dengan bandara) sebesar 6,43% atau 53.250 penerbangan, faktor lain 1,68% (13.931 penerbangan) dan faktor cuaca 1,43% (11.879 penerbangan).

Berikut daftar lengkap OTP maskapai berjadwal dan jumlah penerbangannya:

1.     NAM Air 92,62 persen, total penerbangan 32.209 dan penerbangan tepat waktu 29.832 penerbangan.

2.     Batik Air 88,66 persen, total penerbangan 84.900 dan penerbangan tepat waktu 75.270 penerbangan.

3.     Garuda Indonesia 88,53 persen, total penerbangan 200.918 dan penerbangan tepat waktu 177.875 penerbangan.

4.     Sriwijaya Air 88,69 persen, total penerbangan 67.673 dan penerbangan tepat waktu 60.017 penerbangan.

5.     Citilink 88,33 persen, total penerbangan 84.808 dan penerbangan tepat waktu 74.912 penerbangan.

6.     TransNusa 71,36 persen, total penerbangan 737 dan penerbangan tepat waktu 526 penerbangan.

7.     Lion Mentari 71,32 persen, total penerbangan 196.932 dan penerbangan tepat waktu 140.459 penerbangan.

8.     Wings Air 65,47 persen, total penerbangan 108.278 dan penerbangan tepat waktu 70.888 penerbangan.

9.     Indonesia AirAsia Extra 77,42 persen, total penerbangan 7.747 dan penerbangan tepat waktu 5.998 penerbangan.

10.   Indonesia AirAsia 75,94 persen, total penerbangan 7.378 dan penerbangan tepat waktu 5.603 penerbangan.

11.   Susi Air 72,65 persen, total penerbangan 6.781 dan penerbangan tepat waktu 4.926 penerbangan.

12.   Kalstar Aviation (berhenti operasi per 30 September 2017) 58,10 persen, total penerbangan 12.177 dan penerbangan tepat waktu 7.075 penerbangan.

13.   Travel Express 74,40 persen, total penerbangan 9.287 dan penerbangan tepat waktu 6.909 penerbangan.

(hlz/hlz)


Komentar