Selasa, 20 Februari 2018 | 12:51 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 05 Februari 2018 18:18

Urai Macet Tanjung Perak, Pelindo III Bangun Flyover Teluk Lamong

Translog Today
(Pelindo III)

SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mulai membangun jalan layang (flyover) di Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, yang terintegrasi dengan Jalan Tol Surabaya-Gresik.

Realisasi pembangunan proyek yang masuk Program Strategis Nasional (PSN) itu menyusul penandatanganan kontrak kerja sama antara Pelindo III dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Senin (5/2).

CEO Pelindo III Ari Askhara mengatakan pembangunan akses darat berupa flyover dan tapper (radius untuk belokan jalan) di Teluk Lamong akan memberikan alternatif baru bagi pengguna jalan raya, utamanya pengendara truk pengangkut petikemas yang menjadi salah satu penyebab kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Kalianak menuju Tambak Osowilangun.

"Realisasi proyek ini tentunya mendukung pertumbuhan perekonomian Jawa Timur, khususnya Surabaya, karena terintegrasi dengan Jalan Tol Surabaya-Gresik," kata Ari dalam siaran pers, Senin (5/2).

Proyek senilai Rp1,3 triliun tersebut terdiri dari flyover sepanjang 2,4 km dengan kontur jalan layang (elevated) sepanjang 1,8 km dan jalan darat (landed) di sisi Benowo sepanjang 363 meter dan sisi Teluk Lamong sepanjang 350 meter. Adapun lebar ruas jalan flyover adalah 40 meter.

Engineering, Information and Communication Technology Director Pelindo III Husein Latief menambahkan, pembangunan flyover merupakan solusi Pelindo III kepada Pemerintah Kota Surabaya dan pusat, untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi pasca-beroperasinya Terminal Teluk Lamong.

"Kapasitas Teluk Lamong pada fase awal pengembangan sudah mencapai 1,5 juta TEUs. Pada fase final, jumlahnya (petikemas) akan mencapai 6,5 juta TEUs", ungkap Husein.

Menurut dia, komoditas curah kering di Terminal Teluk Lamong juga menunjukkan prospek yang sangat cerah. "Untuk itu, kami telah membangun tempat penimbunan (storage area) komoditas curah kering berkapasitas 200.000 ton", ungkapnya.

Nantinya, pekerjaan proyek flyover mencakup aktivitas perencanaan Detail Engeneering Desain (DED) atau desain teknis secara detil hingga teknis pelaksanaan pembangunan.

Dalam hal konstruksi, PT Wijaya Karya (Wika) akan menggunakan sistem jembatan unibridge, yakni jembatan balok beton (girder) komposit yang menggunakan pin pada setiap sambungan antar-girder dengan konsep modular.

Sistem ini tidak memerlukan pengencangan berkala, seperti halnya penggunaan baut pada model konvensional. Selain itu, material jembatan memiliki desain yang kompak dan ringan, serta lebih efisien dan lebih cepat dalam proses pembangunannya.

Gandeng Askrindo

Pada kesempatan yang sama, Pelindo III juga menjalin kerja sama dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo untuk penjaminan risiko atas aset yang dimiliki oleh Pelindo III.

Dengan total premi sebesar Rp11,274 miliar, Pelindo III akan memperoleh jaminan risiko pada tujuh sasaran, yakni bangunan gedung, fasilitas tambat, pengoperasian alat bongkar muat, pengoperasian peralatan pemetaan laut.

Polis asuransi juga mencakup tentang aspek manajerial serta keselamatan, baik kepada para pegawai maupun para pengguna jasa kepelabuhanan.

Penandatanganan perjanjian tersebut dihadiri oleh Abdul Rofid Fanany selaku SVP Management System and Risk Management Pelindo III, dan Purwo Nugroho, Kepala Cabang PT Tugu Pratama Indonesia (Askrindo). (hlz/hlz)


Komentar