Selasa, 22 Mei 2018 | 17:13 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 05 Februari 2018 19:03

Sukses di Tanjung Priok, IPC akan Terapkan Integrasi CFS di Pelabuhan Lain

Ire Djafar

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia ll (Persero)/IPC akan menerapkan pusat konsolidasi kargo atau Container Freight Station (CFS) di pelabuhan-pelabuhan lain yang dikelolanya, setelah berjalan sukses di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

CEO IPC Elvyn G Masasya mengungkapkan, volume transaksi CFS Pelabuhan Tanjung Priok terus meningkat sejak debut perdananya pada November 2017 yang rata-rata hanya 42 transaksi.

"Per 18 Januari 2018, volume transaksi telah mencapai 5.564 transaksi atau 309 transaksi per hari. Volume transaksi diperkirakan mencapai 7.000 transaksi hingga akhir Januari 2018," ujarnya pada acara Media Port Visit di kantor Pusat IPC, Senin (5/2).

Menurut Elvyn, penerapan CFS Center ditujukan untuk memberi pilihan dan kemudahan bagi pengguna jasa dalam bertransaksi serta tansparansi dalam hal biaya yang dikeluarkan.

Dengan integrasi tiga CFS di Pelabuhan Tanjung Priok, dia optimistis volume penanganan kontainer LCL akan terus meningkat seiring dengan peningkatan volume transaksi sejak diluncurkan.

Oleh karena itu, tutur Elvyn, integrasi CFS bakal diterapkan di pelabuhan lain yang masih dalam wilayah kerja IPC. "CFS hadir agar proses pelayanan lebih ringkas sehingga menjadi efisien bagi pengguna jasa," ujarnya.

Integrasi CFS mencakup manajemen data pelanggan, CFS booking service, layanan nota, pembayaran elektronik, tracking kargo, dan customer care.

Selain sistem CFS yang sudah berjalan online dan beroperasi 24/7, ke depannya sistem layanan CFS akan terus disempurnakan dan ditambah fitur baru seperti multi-channel payment serta invoice langsung ke pemilik barang (consignee).
(hlz/hlz)


Komentar