Selasa, 19 Juni 2018 | 05:44 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Selasa, 06 Februari 2018 21:53

Angkutan Batu Bara pada 2018 Diperkirakan Bakal Lebih Baik dari 2017

Translog Today
Teddy Yusaldi (repro)

JAKARTA - Pelaku usaha angkutan curah kering mengakui kondisi pelayaran curah kering di Indonesia pada 2018 , baik tug and barge maupun bulk carrier diprediksi akan lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi 2017.

Mereka memperkirakan populasi kapal jenis tug and akan bertambah karena permintaan yang semakin meningkat dan dalam rangka peremajaan armada.

Wakil Ketua Umum INSA Tedy Yusaldi mengatakan volume angkutan batubara ekspor pada 2018 diperkirakan akan turun, tetapi angkutan batu bara di dalam negeri justru akan meningkat.

Imbas dari kenaikan permintaan pengangkutan batu bara di dalam negeri, sudah mulai kelihatan dimana sejumlah pengusaha pelayaran nasional sudah memiliki rencana untuk melakukan pengadaan kapal jenis tug and barge pada 2018. "Seharusnya jumlah kapal tug and barge bertambah di tahun ini," katanya.

Tedy menjelaskan peningkatan angkutan tug and barge dalam negeri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor angkutan batu bara, tetapi adanya permintaan pengiriman komoditas lain seperti batu split untuk mendukung proyek infrastruktur, nikel dan bauksit.

Namun, kata Tedy, tingkat kebutuhan batu bara di dalam negeri sangat tergantung oleh kebutuhan Pembangkit Tenaga Listrik dan kebutuhan pabrik-pabrik serta industri lainnya.

Sekretaris Umum INSA Lolok Sujatmiko mengakui membaiknya sektor angkutan tug and barge dalam negeri yang ditandai dengan sulitnya mencari kapal tug and barge.

Saat ini, total kapal tug and barge di Indonesia diperkirakan sudah mencapai 3.000 set dimana sebagian besar bekerja untuk mengangkut pasir dan batubara serta nikel. "Situasi ini saya kira, akan terus membaik di 2018," katanya.

Data Kementerian ESDM menyebutkan realisasi produksi batubara Indonesia sepanjang 2017 mencapai 461 juta ton. Sebanyak 97 juta ton di antaranya dimanfaatkan untuk kepentingan di dalam negeri, sedangkan sisanya sebanyak 364 juta ton untuk tujuan ekspor.

  (aji/hlz)


Komentar