Jumat, 20 Juli 2018 | 11:37 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Rabu, 07 Februari 2018 15:16

Sektor Offshore Migas Diperkirakan Lebih Baik di 2018

Translog Today
Kegiatan Offshore (repro)

JAKARTA - Sektor angkutan offshore (lepas pantai) minyak dan gas bumi diperkirakan bakal semakin membaik selama 2018 ini menyusul terus menguatnya harga minyak mentah dunia.

Para pengamat memperkirakan trend kenaikan harga minyak mentah dunia pada tahun 2018 ini diperkirakan mencapai hingga US$80 per barrel.

Dengan kenaikan tersebut, peluang kerja sub-sektor pelayaran offshore akan meningkat karena kegiatan offshore minyak dan gas (migas) yang juga akan bertumbuh.

Wakil Ketua Umum INSA Sugiman Layanto mengakui kinerja industri pelayaran offshore sudah mulai membaik pada semester II tahun 2017 dan diperkirakan akan terus berlanjut pada 2018 sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Meskipun membaik, akan tetapi perbaikan tersebut baru pada tahap peningkatan utilisasi armada, belum kepada perbaikan tarif sewa kapal yang anjlok saat harga minyak dunia merosot hingga menyentuh level USD 30 per barrel.

"Jika trend kenaikan harga minyak dunia naik dan stabil maka proyek pengembangan dan pengeboran akan meningkat dan bertambah sehingga pada akhirnya tarif sewa kapal akan membaik seiring dengan peningkatan demand kapal offshore," katanya.

Sugiman melihat aktivitas offshore migas di Indonesia sudah mulai meningkat secara bertahap sepanjang tahun 2017, terutama di segmen kapal tingkat mid dan high tier dimana kapal-kapal tersebut terlibat dalam beberapa area pengembangan dan produksi di perairan yang lebih dalam (deep water) di Indonesia.

Pada kuartal kedua dan ketiga 2017, terlihat proyek-proyek seismik dan pekerjaan teknik lainnya telah dimulai di Kawasan Timur Indonesia. Diharapkan pada 2018 ini, kegiatan eksplorasi offshore migas akan meningkat sehingga kebutuhan terhadap kapal offshore juga bertumbuh. (aji/hlz)


Komentar