Rabu, 15 Agustus 2018 | 04:26 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Penerbangan
Kamis, 08 Februari 2018 14:30

Garuda Indonesia Pertahankan Predikat Maskapai Bintang 5

Hery Lazuardi
(Garuda Indonesia)

SINGAPURA - Garuda Indonesia kembali mempertahankan predikat sebagai Maskapai Bintang 5 dari Skytrax, lembaga pemeringkat penerbangan global independen berbasis di Inggris. Predikat bergensi ini diterima rutin oleh maskapai nasional itu sejak 2014.

Penyerahan certification renewal Maskapai Bintang 5 diterima langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury dari CEO Skytrax Edward Plaisted di sela-sela pameran dirgantara Singapore Airshow 2018, Kamis (8/2).

"Capaian ini memiliki arti penting, mengingat Skytrax Airline Rating System merupakan salah satu instrumen penting perusahaan dalam mengukur efektivitas peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi strategic asset perusahaan dalam meningkatkan daya saing layanan," kata Pahala dalam keterangan tertulis, Kamis (8/2).

Dia berterima kasih atas dukungan seluruh masyarakat Indonesia selama ini kepada Garuda Indonesia sehingga dapat maju dan berkembang. "Kami juga percaya pencapaian ini bukan semata-mata milik perusahaan, melainkan juga kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Menurut dia, predikat Bintang 5 tersebut tidak hanya memposisikan Garuda Indonesia sebagai maskapai kelas dunia, tetapi juga kesuksesan konsep layanan Indonesia Hospitality dan memperkuat Nation Branding Indonesia di dunia.

"Keramah-tamahan khas Indonesia serta konsep layanan Indonesian Hospitality telah menjadi competitive advantage bagi Garuda Indonesia dalam merebut hati pengguna jasa di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar internasional," ungkap Pahala.

Proses sertifikasi maskapai bintang lima dilaksanakan melalui proses 5 Star Follow-up Audit oleh Skytrax dengan poin-poin penilaian mendetil yang meliputi seluruh aspek pelayanan.

Penilaian itu antara lain pre-flight, in-flight danpost-flight, seperti kualitas pelayanan penumpang di bandara, kualitas ruang tunggu, kenyamanan kabin, sajian dalam pesawat (inflight meal), kualitas hiburan dalam pesawat (in-flight entertainment), hingga layanan oleh awak kabin.

CEO Skytrax mengatakan keberhasilan Garuda Indonesia dalam mempertahankan predikat Maskapai Bintang 5 merupakan wujud kerja keras tim di maskapai itu dalam mempertahankan kualitas pelayanan.

"Pada situasi industri penerbangan yang semakin kompetitif, Garuda Indonesia mampu bertahan dalam persaingan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dan standar pelayanan yang dijalankan," papar Edward.

Dia mengatakan konsistensi produk dan layanan sebuah maskapai merupakan bagian terpenting dari penilaian maskapai bintang lima, dan armada-armada yang dioperasikan Garuda Indonesia saat ini juga menawarkan berbagai kelas layanan yang sesuai dengan standar layanan maskapai bintang lima.

Dari sekitar 200 maskapai di seluruh dunia, saat ini hanya ada 10 maskapai Bintang Lima (Five Star Airliner). Selain Garuda Indonesia, makapai Bintang 5 itu yakni Singapore Airlines, Cathay Pacific, EVA Air, Qatar Airways, Etihad, Asiana Airline, All Nippon Airlines, Hainan Airlines dan Lufthansa. (hlz/hlz)


Komentar