Sabtu, 21 April 2018 | 16:42 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Bandara
Kamis, 08 Februari 2018 13:45

Pendapatan Melejit 24%, AP II Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Translog Today

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat pertumbuhan pendapatan (unaudited) dua digit menjadi lebih dari Rp8,24 triliun, melonjak sekitar 24% dibandingkan dengan pencapaian 2016 sebesar Rp6,65 triliun.

Pendapatan 2017 tercatat Rp5,019 triliun, berasal dari bisnis aeronautika, seperti Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), biaya pendaratan pesawat, dan pemakaian garbarata.

Sementara itu, bisnis non-aeronautika seperti konsesi, sewa ruang, reklame, serta bisnis kargo dan sebagainya pada tahun lalu meraup pendapatan Rp3,23 triliun.

Peningkatan pendapatan ini sejalan dengan pertumbuhan arus penumpang pesawat di 13 bandara yang dikelola AP II, yakni dari 95 juta penumpang pada 2016 atau naik 10,83% menjadi 105 juta penumpang pada 2017.

Adapun pergerakan pesawat pada 2017 meningkat 13,46% dengan total 821.188 pergerakan dibandingkan tahun sebelumnya 723.799 pergerakan. Pengelolaan kargo juga tumbuh paling tinggi dalam 5 tahun terakhir yaitu 9,90% dengan total 816.950 ton.

Kenaikan arus penumpang, pergerakan pesawat, kargo didorong kebijakan perseroan yang memberikan sejumlah insentif kepada maskapai yang membuka rute internasional baru di sejumlah bandara dan penambahan extra flight.

Perkembangan itu juga berkat dioperasikannya beberapa terminal baru oleh korporasi telah mengakomodasi penambahan kapasitas penumpang di beberapa bandara seperti Terminal 3 Internasional Soekarno-Hatta, Husein Sastranegara, Depati Amir, Supadio, dan Silangit.

Triple Double Digit Growth

Pencapaian itu sejalan dengan tema RKAP perseroan yakni The Year of Excellence 2017, yang menetapkan sejumlah target utama, yaitu Triple Double Digit Growth untuk REFi (Revenue Ebitda Traffic), target 100 juta penumpang di seluruh bandara AP II, dan Implementasi konsep Smart Airport pada berbagai pelayanan dan fasilitas di terminal bandara.

"Kinerja positif yang melampaui target tersebut juga didukung oleh keberhasilan dalam mengoperasikan sejumlah terminal baru pada 2017, yakni Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Terminal Baru Bandara Husein Sastranegara, dan Terminal Baru Bandara Silangit serta Bandara Supadio," President Director AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan pers, Kamis (8/2).

Selain pencapaian AP II sebagai perusahaan induk, ketiga anak usaha yakni PT Angkasa Pura Solusi (APS), PT Angkasa Pura Propertindo (APP) dan PT Angkasa Pura Kargo (APK) juga membukukan kontribusi yang positif pada 2017.

Ketiga anak perusahaan itu diperkirakan mengantongi pendapatan hingga Rp986,9 miliar atau sekitar 11,96% dari pendapatan AP II, yang disumbang oleh APS sebesar Rp 806 miliar, lalu APK Rp 117,4 miliar, dan APP Rp63,5 miliar.

Rencana Bisnis

Ketiga anak usaha itu segera menjalankan rencana bisnis pada 2018, yakni APS akan mulai fokus pada pengembangan bisnis facility services dan passenger services dengan pendekatan berbasis digital.

Adapun APP akan menyelesaikan proyek hotel di Bandara Internasional Kualanamu pada April 2018 dan memulai pembangunan hotel di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Desember 2018 serta Bandara Internasional Kualanamu pada Mei 2018.

Sementara itu, APK akan mengembangkan Integrated Warehouse Aeroplex (IWA) yaitu pusat pergudangan multimoda terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan pasar e-commerce yang berlokasi di Cengkareng serta pengelolaan pergudangan di 10 bandara AP II.

Awaluddin mengungkapkan, AP II akan fokus mengembangkan dan mengimplementasikan program Airport Digital Journey Experience pada 2018, dimana perseroan akan mengoptimalkan digital infrastructure untuk meningkatkan pelayanan penumpang dan pengguna jasa di 14 bandara yang dikelolanya.

"Program ini juga akan menciptakan customer experience yang lebih baik, sekaligus meningkatkan Airport Service Quality Level," ujarnya.

AP II juga akan melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi pertumbuhan transportasi udara pada 2018, khususnya terkait dengan potensi destinasi pariwisata Indonesia.

Upaya itu antara lain meningkatkan Slot Availability, Seat Capacity, dan Service Quality di bandara-bandara yang dikelolanya guna mendukung target pemerintah mencapai 5 juta wisatawan asing pada 2018.

Selain kinerja keuangan yang positif, prestasi AP II semakin lengkap dengan diraihnya pengakuan dan penghargaan, baik di tingkat nasional, regional, maupun global, di antaranya:

  • Bandara Internasional Soekarno-Hatta meraih peringkat 1 kategori "World's Most Improved Airport 2017" dari Skytrax;
  • Penghargaan Gold, Silver, dan Bronze pada Asia Pacific Stevie Award 2017;
  • Penghargaan Runner up kategori Air Traffic Controller & Passenger Experience pada International Airport Review Awards (IARA) 2017;
  • Penghargaan Gold, Silver, dan Bronze pada Contact Center World Asia Pacific 2017;
  • Penghargaan The Best of Overall BUMN, Peringkat 1 Kinerja Keuangan Terbaik, Peringkat 2 Transformasi Perusahaan Terbaik dari Anugerah BUMN Award 2017; 
  • Predikat Good Performance Company 2017 dari Forum Ekselen BUMN, Kementerian BUMN; dan
  • Predikat Emerging Industry Leader Company 2017 untuk Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) dengan skor 632,25.
(hlz/hlz)


Komentar