Selasa, 16 Oktober 2018 | 20:03 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Freight/Cargo
Sabtu, 10 Februari 2018 16:36

ALFI: Delivery Order Online Dongkrak Indeks Performa Logistik

Ire Djafar
Yukki Nugrahawan Hanafi (repro)

JAKARTA - Pemerintah segera mengimplementasikan Delivery Order (DO) Online untuk mempermudah proses pengurusan barang di pelabuhan sehingga meningkatkan Indeks Performa Logistik (Logistics Performance Index/LPI).
 
“Delivery Order (DO) Online ini merupakan hasil konsolidasi oleh pemerintah, pengguna jasa, dan asosiasi yang merupakan inovasi dari anak-anak bangsa,” kata Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Logistik dan Forwarders Indonesia (DPP ALFI), di Jakarta, Jumat (9/2).
 
Melalui inovasi tersebut, tutur Yukki, proses permohonan dokumen DO dilakukan secara online, dengan manfaat terutama dalam efisiensi waktu dan efisiensi biaya, mengurangi antrean loket, terhindar dari kemacetan dan keamanan bertransaksi.

Cara ini juga dapat memangkas waktu post-clearance dalam pengurusan pengeluaran barang dari pelabuhan.
 
“Untuk mengimplementasikan inovasi dan peraturan tersebut, dibutuhkan dukungan dari stakeholders ke pelabuhan seperti Pemerintah, Terminal Operator, Pelayaran, Pengguna Jasa dan lain-lain,” ujarnya.
 
Menurut Yukki, masih terdapat beberapa hambatan dalam mengembangkan DO Online, salah satunya program masih berjalan secara parsial karena beberapa terminal di Tanjung Priok mempunyai inisiatif sendiri untuk mengembangkan DO Online secara inhouse.

Akibatnya DO Online tidak berjalan dengan maksimal sebab tidak terintegrasi secara menyeluruh. “Hambatan ini menyebabkan pengguna jasa sulit melihat peformansi secara menyeluruh karena banyaknya sistem," kata Yukki.

Seharusnya, lanjut dia, seluruh terminal ikut berkolaborasi dengan inovasi yang ditawarkan oleh pemerintah agar implementasi DO Online bisa berjalan maksimal.

"Kita juga harus lebih kompetitif dan bisa mengejar ketinggalan di wilayah maritim dari negara tetangga,” ungkapnya.
 
Adapun payung hukum DO Online ini diatur di dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 120 Tahun 2017.

Untuk diketahui, Logistics Performance Index Indonesia pada 2016 berada pada peringkat 63, turun dibandingkan dengan posisi pada 2014 di peringkat 53.
(hlz/hlz)


Komentar