Sabtu, 21 April 2018 | 16:42 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Bandara
Minggu, 11 Februari 2018 21:14

Kapasitas Bandara Ahmad Yani Semarang Bakal Naik 9 Kali Lipat

Translog Today
(AP I)

SEMARANG -

Daya tampung penumpang Bandara Ahmad Yani Semarang akan meningkat hingga 9 kali lipat dari kapasitas eksisting menjadi 6 juta orang per tahun, setelah pembangunan terminal baru rampung pada pertengahan tahun ini.

“Terminal baru Bandara Ahmad Yani yang sedang dibangun ini sembilan kali lebih besar dari terminal sebelumnya,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada acara Penutupan Atap (Topping Off Ceremony) Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Minggu (11/2).

Saat ini, kapasitas bandara utama di Jawa Tengah itu sekitar 800.000 penumpang per tahun, sementara arus penumpang pada 2017 telah mencapai 4,4 juta per tahun. 

Oleh karena itu, Menhub menilai pengembangan Bandara Ahmad Yani sangat mendesak karena fasilitas yang ada sudah tidak memadai.

“Saya apresiasi upaya membangun dari Kementerian BUMN, PT Angkasa Pura I, dan Gubernur Jawa Tengah yang begitu mendukung. Model kerja sama ini bisa jadi contoh di daerah lain, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan BUMN,” ujar Menhub.

Pengembangan Bandara Ahmad Yani termasuk dalam Proyek Strategis Nasional yang tertuang dalam peraturan Presiden No 58 Tahun 2017 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pengoperasian terminal baru dan pengembangan Bandara Ahmad Yani menelan biaya Rp2,07 triliun. Terminal baru ini ditargetkan mulai beroperasi dengan minimum requirements pada Mei 2018 atau sebelum masa angkutan Lebaran.

Peningkatan kapasitas infrastruktur dilakukan melalui penambahan luas terminal dari 6.708 m2 menjadi 58.652 m2, apron dari 29.032 m2 menjadi 72.522 m2. Penambahan pelayanan lainnya antara lain aviobridge 3 unit, penggunaan passanger mover system, Baggage Handling System, dan Airport Operation Control Center (AOCC). 

Pada pertengahan 2018, Bandara Ahmad Yani akan menjadi bandara di atas air (floating) pertama di Indonesia. Desainnya sangat artistik dan mengusung konsep eco airport dan go green.

Lampu jalan bandara akan memakai solar cell dan pengolahan airnya dengan reserve osmosis dan mendaur ulang air tambak untuk operasional bandara. 

(hlz/hlz)


Komentar