Minggu, 23 September 2018 | 06:03 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Rabu, 14 Februari 2018 20:08

Dirjen Hubla Terbitkan SE Tingkatkan Pengawasan Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan

Translog Today
(bumn.go.id)

JAKARTA -

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan R. Agus H. Purnomo menerbitkan Surat Edaran Nomor UM.003/11/7/DJPL-18 tentang Peningkatan Pengawasan Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan.

Surat Edaran (SE) yang diteken pada 5 Februari 2018 itu merupakan tindak lanjut dari SE Dirjen Perhubungan Laut Nomor UM.003/12/4/DJPL-18 pada 31 Januari 2018 tentang Tingkat Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan.

SE tersebut ditujukan kepada para Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, Kepala Kantor KSOP, Kepala Kantor Pelabuhan Batam, Kepala Kantor UPP selaku Koordinator Port Security Committee (PSC), dan Kepala Pangkalan PLP.

Instruksi itu juga ditujukan kepada Port Facility Security Officer (PFSO), Company Security Officer (CSO), Ship Security Officer (SSO), dan Port State Control Officer (PSCO).

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut di Pantai (KPLP) Capt. Jhonny R Silalahi mengatakan SE itu meminta koordinator PSC meningkatkan pengawasan keamanan fasilitas pelabuhan dan kapal yang sedang sandar dan berlabuh di perairan wilayah kerja masing-masing serta berkoordinasi dengan instansi pengamanan lainnya.

"Para Kepala Pangkalan PLP juga diminta mengoptimalkan kegiatan patroli kapal-kapal negara sesuai wilayah operasi dengan memperhatikan peta kerawanan wilayah," kata Capt. Jhonny, Rabu (14/2).

Dalam melakukan pemeriksaan terhadap kapal asing, para PSCO agar meminta keterangan kepada nakhoda tentang potensi ancaman ataupun gangguan keamanan terhadap kapal saat berada di pelabuhan setempat.

“Informasi itu akan diproses lebih lanjut maupun sebagai bahan masukan terhadap upaya peningkatan keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

PFSO juga diminta konsisten melaksanakan prosedur keamanan sesuai dengan Port Facility Security Plan (PFSP), menjalin koordinasi yang efektif dengan SSO dan CSO serta melaporkan setiap potensi ancaman atau gangguan keamanan kepada koordinator PSC setempat.

Demikian juga CSO dan SSO diminta memastikan penerapan prosedur keamanan di kapal secara konsisten sesuai dengan Ship Security Plan (SSP).

“CSO dan SSO agar melaporkan setiap potensi ancaman maupun gangguan keamanan yang terjadi saat kapal berada di pelabuhan kepada Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama/Kantor KSOP/Kantor Pelayanan Batam/Kantor UPP setempat," kata Capt. Jhonny.

(hlz/hlz)


Komentar