Rabu, 12 Desember 2018 | 06:04 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 15 Februari 2018 15:24

'Otomatisasi Terminal Petikemas Tak Gusur TKBM'

Ire Djafar

JAKARTA - Pelabuhan Peti Kemas New Port Container Terminal (NPCT)2 dan NPCT3 Kalibaru yang dijadwalkan selesai pada akhir 2019 akan dioperasikan secara otomatis penuh.

Dengan sistem tersebut, pengoperasian semua peralatan bongkar muat di NPCT2 dan NPCT3 tidak lagi dilakukan oleh operator seperti yang selama ini berjalan, tetapi semuanya akan digerakkan secara otomatis melalui ruang kendali (control room).

Sebagian kalangan mengkhawatirkan otomatisasi tersebut akan menggusur Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang selama ini bekerja dan mengoperasikan peralatan bongkar muat di terminal petikemas?

Namun, menurut Direktur Operasi dan Sistem Informasi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Prasetyadi, hal tersebut sama sekali tidak akan menghilangkan keberadaan TKBM.

"Tenaga kerja yang selama ini di lapangan tentu saja masih akan terus dipakai, misalnya untuk melepas sepatu dan sling container di kapal, atau difungsikan ke bagian yang lainnya sesuai dengan bidang dan keahlian mereka masing-masing," jelasnya kepada translogtoday, Kamis (15/2).

Dia mengatakan pengoperasian terminal secara otomatis penuh akan berdampak baik pada kecepatan bongkar muat, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan kerja yang senantiasa mengancam dan memang sangat rawan.

Pekerjaan tally (pencatat) petikemas saat bongkar muat juga akan digantikan dengan kamera dan tidak memakai tally man lagi.

Bahkan truk terminal yang mengangkut petikemas dari sisi dermaga ke lapangan penumpukan nantinya dioperasikan tanpa pekerja atau Automatic Guidance Vehicle (AGV). Namun hal tersebut tidak mempengaruhi keberadaan TKBM.

Menurut Prasetyadi, meskipun nanti semua kegiatan bongkar muat dilakukan di control room dan tidak ada lagi orang di lapangan, bukan berarti TKBM tidak diperlukan sama sekali.

"Inikan terminal baru, bisa jadi malah ada tambahan pegawai, jadi anggapan bahwa TKBM tidak dipakai lagi dengan adanya sistem fully automated ini keliru. Kita masih butuh pegawai dan TKBM, bedanya mereka tentu saja harus mempunyai skill yang lebih bagus dan kinerja baik," pungkasnya.
(hlz/hlz)


Komentar