Selasa, 19 Juni 2018 | 05:45 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Sabtu, 17 Februari 2018 19:06

Optimalkan Pelayanan Windows, TPM Terapkan AisLive Real Time

Aidikar M. Saidi
Terminal Petikemas Makassar

JAKARTA -

Terminal Petikemas Makassar (TPM) kini menerapkan AisLive secara real time untuk perencanaan dan monitoring pelayanan kapal di terminal kepada operator kapal petikemas dan pemilik barang.

"Sistem ini kami share ke perusahaan pelayaran dan cargo owner," kata General Manager TPM PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Josef Benny Rohy kepada translogtoday, Sabtu (17/2).

Melalui sistem perencanaan dan monitoring tersebut, tuturnya, pelayanan kapal bisa lebih update sehingga pelayanan windows dan first come first service menjadi lebih optimal.

Dia mengungkapkan, AisLive real time pertama di terminal petikemas dalam negeri ini akan dikembangkan untuk informasi kapasitas lapangan petikemas dengan menampilkan yard occupancy ratio (YOR), sehingga akan lebih mudah diketahui kemampuan terminal menampung petikemas.

Sejak sistem itu diterapkan, menurut Josef, rata-rata kapal yang berlabuh di TPM adalah kapal datang pada hari ini dan menunggu kapal lagi untuk melakukan kegiatan bongkar muat. “Jadi biasanya kapal itu menunggu 1-2 shift saja,” ujarnya.

Tampilan AisLive real time posisi kapal di dermaga TPM, Sabtu (17/2)

Aislive TPM

Sebagai contoh, AisLive pada Sabtu (17/2) terdapat satu kapal windows yang datang lebih awal yaitu berlabuh pada pukul 08.00 WIB dengan jadwal windows pada pukul 22.00 WIB.

"Kami sudah menawarkan kapal-kapal yang datang lebih awal apakah jadwal windows-nya mau dilepas dan kami melayani first come first service," kata Josef.

Namun, beberapa perusahaan pelayaran ternyata lebih suka menunggu jadwal windows sehingga kapal Cape Magnus menunggu sesesuai dengan jadwal windows.

“Beberapa kapal juga menunggu kesiapan muatan sehingga mereka merasa lebih baik berlabuh hingga muatan tercukupi,” ungkap Josef.

Dia mengatakan kapal windows diberikan prioritas utama untuk sandar karena rata-rata kapal windows adalah kapal tapendulum. Namun karena faktor cuaca dan keterlambatan dari pelabuhan asal, kapal windows belum sepenuhnya dapat on time oleh perusahaan pelayaran.

 monitor CY TPM

Hingga Januari dan Februari, ungkap Josef, rata-rata pencapain kapal windows on schedule sudah mencapai 40% dari 16 kapal yang terdaftar.

Josef mengatakan, beberapa perusahaan pelayaran mengganti unit kapalnya untuk memenuhi jadwal windows, hal ini telah disepakati oleh pelayaran petikemas sepanjang tidak mengubah rute yang telah disepakati bersama.

TPM memiliki panjang dermaga 1.360 meter yang dilengkapi dengan 7 unit container crane (CC) dan 20 unit rubber tyred gantry (GTR).

Dengan kepemilikan alat itu, TPM memiliki daya optimal perihal produksi bongkar muat petikemas hingga 700.000 twenty-foot equivalent units (TEUs) per tahun.

Berdasarkan catatan TPM, ada tujuh perusahaan pelayaran skala nasional dan regional yang menjadi pengguna jasa eksisting perseroan untuk aktivitas bongkar muat petikemas.

(hlz/hlz)


Komentar