Rabu, 12 Desember 2018 | 06:38 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 19 Februari 2018 10:40

Pelabuhan Tanjung Priok Operasikan Billing Center dan CFS Center

Ire Djafar

JAKARTA -

PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC, mengoperasikan Billing Center di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, guna memudahkan layanan transaksi kepelabuhanan. 

Billing Center disediakan PTP sebagai lokasi pelayanan administrasi sekaligus pembayaran jasa kepelabuhanan yang dilengkapi dengan sistem terintegrasi dan terpusat di satu area. Fasilitas ini sejalan dengan program Integrated Billing System (IBS) yang digagas oleh Kementerian BUMN.

“Billing Center ini mengintegrasikan sistem pelayanan jasa kepelabuhanan yang terpusat di satu lokasi pelayanan administrasi untuk proses penotaan jasa kepelabuhanan, khususnya bongkar muat dan receiving/delivery yang dijalankan secara terpadu, online, dan cashless sehingga tercipta sistem pelayanan yang terpadu dan efisien,” kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC Saptono R. Irianto saat peresmian, Senin (19/2).

Acara peresmian fasilitas itu turut dihadiri oleh jajaran Direksi IPC Group, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan, dan perwakilan pengguna jasa.

Direktur IPC Saptono R. Irianto 

Tujuan lainnya, lanjut Saptono, untuk meningkatkan kualitas pelayanan transaksi di Pelabuhan Tanjung Priok juga untuk mempermudah pembayaran jasa kepelabuhanan dengan penerapan sistem pembayaran non tunai (cashless).

Pendirian Billing Center ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 2016 antara IPC bersama enam bank; tiga bank BUMN dan tiga bank swasta; tentang penyediaan dan pemanfaatan cash management.

Proses pembayaran pada Billing Center dilakukan dengan menerapkan sistem pembayaran cashlessmelalui penggunaan kartu debit EDC (Electronic Data Capture) dari bank-bank yang bekerja sama dengan PTP, yaitu, Bank Mandiri, BNI, BCA, dan CIMB Niaga. 

Pembayaran juga dapat dilakukan melalui transfer online via ATM. Sistem cashless tersebut telah memberikan dampak positif bagi pengguna jasa, yaitu mempercepat dan memudahkan pembayaran jasa kepelabuhanan. 

“Billing Center ini diharapkan mempermudah sekaligus mempercepat nya pelayanan administrasi dan pembayaran jasa kepelabuhanan di Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Saptono.

Dia mengatakan IPC tidak berhenti melakukan pengembangan dan inovasi sehingga Billing Center diharapkan memberikan rasa nyaman kepada pengguna jasa secara on-line sehingga akan didapatkan sistem pelayanan yang terpadu dan efisien.

Fasilitas CFS Center

Selain peresmian Billing Center, IPC mengoptimalisasi layanan kepelabuhanan melalui pembuatan CFS Center. 

CFS Center merupakan fasilitas yang ditujukan untuk memberikan pilihan dan kemudahan bagi pengguna jasa dalam bertransaksi serta transparansi dalam hal biaya yang dikeluarkan. 

Dengan integrasi tiga pusat konsolidasi kargo atau Container Freight Station (CFS) di Pelabuhan Tanjung Priok, IPC optimistis volume penanganan kontainer LCL akan terus meningkat. Buktinya, sejak dibuka pada 20 November 2017, volume transaksi terus naik signifikan. 

Integrasi CFS juga bakal diterapkan di pelabuhan lain yang masih dalam wilayah kerja IPC agar proses pelayanan menjadi ringkas dan sederhana sehingga menjadi efisien bagi pengguna jasa.

Integrasi CFS mencakup manajemen data pelanggan, CFS booking service, layanan nota, pembayaran elektronik, tracking kargo dan customer care

Selain sudah berjalan online dan beroperasi 24/7, ungkap Saptono, sistem layanan CFS akan terus disempurnakan dan ditambah fitur baru, seperti multi channel payment serta invoice langsung ke pemilik barang/consignee(hlz/hlz)


Komentar