Selasa, 22 Mei 2018 | 17:09 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Depo & Gudang
Selasa, 20 Februari 2018 21:18

HLC Tanjung Priok Layani Penyimpanan Buah Impor

Aidikar M. Saidi
(HLC/translogtoday/ams)

JAKARTA -

Halal Logistic & Cold Storage (HLC) Pelabuhan Tanjung Priok kini difungsikan menjadi tempat penyimpanan buah-buahan impor, menyusul tingginya permintaan jasa pendingin untuk komoditas tersebut.

Semula HLC yang dikelola oleh PT Multi Terminal Indonesia, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), itu dibangun khusus untuk menampung makanan impor seperti daging dan ikan, selain untuk makanan olahan, obat-obatan, dan kosmetik.

"Perubahan ini dilakukan karena tingginya permintaan atas jasa pendingin komoditas impor buah dan sayur," ungkap General Manager HLC Sucahyo kepada Translogtoday, Selasa (20/2).

Dia mengatakan HLC mulai kewalahan melayani permintaan jasa pendingin buah dan sayur, sementara permintaan pendingin untuk daging yang memerlukan sertifikat halal hanya tinggi saat menjelang bulan puasa dan Lebaran.

Kendati baru berusia setahun, HLC dengan fasilitas 19 chamber (ruang pendingin) yang mampu menampung hingga kapasitas 1.500 ton selalu terisi penuh.

“Saat ini fasilitas yang tersedia sudah terisi penuh, sedangkan permintaan untuk kontrak 2-3 tahun masih tinggi,” ujarnya.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Sucahyo mengungkapkan dalam tahun ini juga segera dibangun lagi empat chamber berkapasitas 230 ton.

Menurut dia, prospek bisnis ruang pendingin masih menjanjikan. "Ini terpantau dari tingginya permintaan terhadap jasa di bidang tersebut," tutur Sucahyo.

Saat ini, pihaknya tengah membangun kerja sama dengan PT Perikanan Nusantara (Perinus) yang akan memanfaatkan jasa HLC untuk melakukan ekspor ikan.

Pada 2019, direncanakan membangun Halal Trading Jakarta yang akan memfasilitasi tempat bertemu antara penjual dan pembeli komoditas yang menggunakan jasa HLC. Fasilitas itu bisa digunakan untuk melakukan transaksi antara pedagang.

Dengan alasan tertentu, Sucahyo belum bersedia menyebut pendapatan ataupun laba bisnis yang dipimpinnya. Dia hanya mengatakan cukup untuk membiayai seluruh kegiatan HLC. (hlz/hlz)


Komentar