Jumat, 20 Juli 2018 | 11:40 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 20 Februari 2018 17:10

Pelindo IV Pasang 2 Unit Fixcrane di Pelabuhan Merauke

Aidikar M. Saidi
Fixcrane baru perkuat Pelabuhan Merauke (Pelindo IV/translogtoday/ams)

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) memasang dua unit fixcrane baru di Pelabuhan Merauke, Papua, untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat petikemas menjadi tiga kali lipat.

"Lima hari yang lalu Pelabuhan Merauke kedatangan dua unit fixcrane baru dan sudah terpasang di dermaga," ujar Farid Padang, Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia IV kepada Translogtoday, Selasa (20/2).

Dia mengatakan dengan menggunakan dua unit fixcrane tersebut, kecepatan produktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Merauke akan lebih baik.

Selama ini, tutur Farid, kapal bongkar muat bisa 4 hari dan setelah dipasang fixcrane akan lebih cepat yakni cukup satu hari karena produktivitas meningkat dari 8 bokss per jam menjadi 24 boks per jam per crane atau naik tiga kali lipat.

Menurut dia, ada tiga perusahaan pelayaran yang masuk menyinggahi Pelabuhan Merauke yakni PT Tempuran Emas Tbk, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) dan PT Tanto Intim Lines.

"Semuanya dari Surabaya ke Ambon dan Tual, kemudian ke Merauke dan balik lagi ke Ambon dan ke Surabaya. Jadi bukan feeder ke Pelabuhan Makassar," tuturnya.

Farid mengungkapkan perseroan juga tengah memproses deklarasi enam pelabuhan di Indonesia Timur menjadi terminal petikemas.

Selama ini Pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia IV memiliki Terminal Petikemas adalah Pelabuhan Makassar, Bitung, Pantoloan, Jayapura dan Ambon.

Dan yang sedang dalam proses deklarasi untuk menjadi Terminal Petikemas adalah Merauke, Gotontalo, Manokwari, Ternate, Sorong dan Tarakan.

Sebelumnya Farid mengungkapkan, untuk petikemas semua pelabuhan yang akan ditingkatkan statusnya dari konvensional menjadi petikemas segera disiapkan Container Crane (CC) dan Rubber Tyred Gantry (RTG).

Adapun untuk lahan petikemas atau Container Yard (CY) yang masih kurang semua kolam pelabuhan yang dibangun dengan sistim treatel di-redesign dengan reklamasi kolam.

Dengan demikian, setiap pelabuhan dapat menambah kapasitas 1,5-2 hektare yang dapat menambah kapasitas penumpukan hingga 90.000 TEUs untuk per 2 hektare. Kemudian untuk peningkatan pelayanan ekspor, akan memperbanyak reefer container station.

Penambahan fasilitas itu sejalan dengan target Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung yang telah mencanangkan tahun produktivitas maksimum sesuai kapasitas terpasang.

AisLife yang kini diterapkan di Pelabuhan Makassar juga akan dikembangkan ke pelabuhan lainnya di kawasan timur Indonesia.

Dia mengatakan kini semua pelayanan pandu dan kesiapan alat seperti CC selalu dipantau dan dimonitor dari kantor pusat Pelindo IV Makassar, sehingga apabila terjadi gangguan alat bisa cepat diatasi.

  (hlz/hlz)


Komentar