Rabu, 23 Mei 2018 | 10:05 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Angkutan Darat
Rabu, 21 Februari 2018 21:31

Kemenhub Gandeng Gaikindo Bantu Uji Kir Angkutan Online

Translog Today
(dephub.go.id)

JAKARTA -

Pemerintah menggandeng Gaikindo sebagai pihak swasta untuk melakukan uji berkala kendaraan bermotor atau KIR bagi operator atau pengemudi angkutan sewa khusus (online).

Kerja sama dengan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) ini merupakan program tanggung jawab perusahaan atau CSR (corporate social responsibility) dalam bentuk insentif untuk pengurusan uji KIR.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengungkapkan, pengemudi angkutan online di Jabodetabek yang sudah terdaftar dapat melakukan uji KIR di Unit Pengelola Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor (UPPKB) Pulo Gadung, Jakarta, mulai Kamis (22/2).

“Ini merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong operator angkutan sewa khusus untuk melaksanakan ketentuan yang berlaku. Pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta memberikan insentif pengurusan KIR,” ujarnya, Rabu (21/2).

Kepala UPPKB Pulo Gadung Dishub DKI Jakarta Mirza Aryadi mengatakan, pihaknya melayani KIR untuk kendaraan angkutan online setiap Senin hingga Sabtu mulai pukul 14.00 WIB sampai selesai.

Menurut dia, setiap hari rata-rata 100-150 kendaraan angkutan online melakukan uji KIR di UPPKB Pulo Gadung.

Untuk dapat melakukan uji KIR, jelas Mirza, pengemudi harus mempersiapkan sejumlah dokumen, antara lain izin prinsip (surat persetujuan izin penyelenggaraan angkutan), Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT), dan STNK.

Apabila belum memiliki atau izin prinsip belum jadi, pengemudi bisa membuat surat pernyataan bahwa izin prinsip sedang dalam proses. “Surat pernyataan tersebut digunakan sebagai berkas untuk pengurusan KIR,” jelas Budi.

Khusus di wilayah Jabodetabek, izin prinsip dikeluarkan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Adapun untuk luar Jabodetabek, izin prinsip dikeluarkan oleh Dishub Provinsi sesuai dengan domisili masing masing.

(hlz/hlz)


Komentar