Selasa, 25 September 2018 | 09:59 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 05 Maret 2018 20:41

Pelindo III Terapkan Meeting Online Perencanaan Sandar Kapal

Ayu Puji
Rapat online (ilustrasi) (repro)

SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menerapkan meeting online untuk perencanaan jasa untuk kapal yang akan sandar di pelabuhan hub utama di kawasan timur Indonesia.

Melalui sistem tersebut, petugas Pelindo III, pengguna jasa dan penyedia jasa kepelabuhanan kini tidak perlu lagi bertatap muka secara fisik, tetapi cukup menggelar rapat secara online.

"Pelindo III mendorong implementasi internet of things (IoT) di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Upaya ini untuk menciptakan efisiensi logistik, tidak hanya secara fisik di lapangan, seperti modernisasi alat bongkar muat, tetapi juga pada proses bisnis di back office," kata Human Capital dan General Affair Director Pelindo III Toto Heli Yanto, Senin (5/3).

Sejak pertengahan Februari 2017, tuturnya, Pelindo III sudah menerapkan integrated billing system (IBS) dalam platform yang dikembangkan tenaga IT internal perseroan bernama Portal Anjungan.

Setahun kemudian, pada Februari 2018, Pelindo III kembali meluncurkan aplikasi pertama di sektor kepelabuhanan yang mengintegrasikan berbagai pemesanan jasa yang diperlukan pelanggan pelabuhan, yakni Home Terminal.

Paperless Society

Toto mengatakan Pelindo III mendorong penerapan paperless society atau konsep pengoptimalan teknologi elektronik untuk menggantikan komunikasi berbasis kertas, baik di internal maupun pemangku kepentingan di sekitarnya. Penerapan paperless society sekaligus mempertegas komitmen Pelindo III untuk go green.

"Proses digitalisasi Pelindo III berpotensi menghemat anggaran penggunaan kertas hingga 80%. Kemudian waktu yang biasanya terpakai untuk menunggu tanda tangan dari pegawai berwenang yang sedang tidak di tempat akan jauh berkurang, karena surat elektronik langsung masuk ke gadget yang bersangkutan," jelas Toto.

Menurut dia, tujuan utama dari proses digitaliasi tersebut ialah mengubah alur nota kedinasan yang semula dicetak pada kertas, menjadi ke dalam platform elektronik.

Prosesnya akan dimulai dengan standarisasi format email yang diatur dalam peraturan tertulis oleh manajemen untuk mendorong pengadopsian gagasan tersebut.

"Pemanfaatan komunikasi elektronik tersebut juga akan diimplementasikan pada pengarsipan digital (e-archiving) dan penandatanganan elektronik (e-signing)," ungkapnya.

Toto mengungkapkan Pelindo III sedang gencar bertransformasi dengan menitikberatkan pada tiga aspek, yakni people, process, dan technology.

"Semakin efisien proses komunikasi berbasis elektronik akan mendorong terciptanya diskusi dan imbal balik di antara pegawai terkait. Dampak positifnya akan meningkatkan knowledge transfer dan kualitas keputusan yang diambil oleh perusahaan," katanya.

SVP Change Management Pelindo III Ismartadianto menjelaskan, penerapan paperless society akan dilaksanakan secara bertahap. Mulai 1 Maret lalu, seluruh nota dinas sudah beralih ke format elektronik (kecuali untuk pembayaran keuangan).

Berlanjut pada 1 Mei, seluruh nota dinas yang sudah berformat digital akan diproses dalam dua kanal, pertama untuk umum akan dikirim via email. Kemudian untuk nota dinas internal akan disalurkan melalui sharepoint dalam sistem korporat.

"Per 1 Juli nanti, seluruh surat kedinasan internal Pelindo III diharapkan sudah menggunakan media aplikasi yang dikembangkan mandiri oleh tenaga IT Pelindo III," kata Ismartadianto. (hlz/hlz)


Komentar