Rabu, 15 Agustus 2018 | 04:26 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Bandara
Kamis, 15 Maret 2018 10:55

Bandara Ngurah Rai Ditutup selama Hari Raya Nyepi 2018

Translog Today
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) menutup Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali selama 24 jam mulai pukul 06.00 WITA Sabtu (17/3) saat Hari Raya Nyepi 2018. Namun, penerbangan dan pendaratan darurat tetap akan dilayani.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengungkapkan pihaknya akan menghentikan semua aktivitas pelayanan di Bandara Ngurah Rai selama 24 jam saat pelaksanaan Nyepi pada Sabtu (17/3).

"Penutupan ini merupakan penghormatan Angkasa Pura I bagi umat Hindu di Bali agar dapat melakukan ibadah dengan tenang," katanya melalui siaran pers, Kamis (15/3).

Penghentian sementara operasional penerbangan mengacu pada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Bali Pada Hari Raya Nyepi.

Dengan penutupan ini semua penerbangan berjadwal dan carter, baik rute domestik maupun internasional, akan ditiadakan.

Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara, sedikitnya 482 penerbangan tidak beroperasi pada saat Nyepi yang terdiri dari 244 penerbangan domestik dan 238 penerbangan internasional.

Rute terbanyak tujuan Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Perth dan Surabaya. Adapun potensi jumlah orang yang tidak berangkat dan datang ke Bali pada saat Nyepi yaitu 56.478 orang.

Untuk mengatur jadwal penerbangan yang akan datang dan berangkat dari Bali, AP I bekerja sama dengan Airnav Indonesia Cabang Denpasar telah menerbitkan pemberitahuan kepada maskapai dan bandara di seluruh dunia melalui Notice to Airman (NOTAM) Nomor A0117/18.

"Rencana penutupan bandara ini sudah diketahui semua pelaku penerbangan di dunia, kami juga sudah berkoordinasi secara intens dengan para maskapai penerbangan. Mereka sudah menyesuaikan dan mengatur jadwalnya dengan periode penutupan bandara," kata General Manager Bandara Ngurah Rai Yanus Suprayogi.

Kendati ditutup, operator bandara akan tetap melayani penerbangan yang bersifat darurat. Yanus mengungkapkan pihaknya menyagakan 368 personel di bandara untuk mengantisipasi adanya permohonan pendaratan darurat, pendaratan teknis atau evakuasi kesehatan.

"Kami juga didukung oleh Airnav, Imigrasi, Bea Cukai, KKP, TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, pihak maskapai, ground handling, dan pecalang," tambah Yanus.

Berdasarkan data penerbangan berjadwal, Garuda Indonesia (GA897) dari Guangzhou-China dan GA7049 dari Lombok menjadi penerbangan pertama yang mendarat pasca-penutupan.

Adapun Indonesia AirAsia (QZ550) tujuan Kuala Lumpur dan Garuda Indonesia (GA401) tujuan Jakarta-Cengkareng direncanakan menjadi penerbangan pertama yang bertolak dari Bandara Ngurah Rai.


(hlz/hlz)


Komentar