Jumat, 17 Agustus 2018 | 02:58 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Regional
Kamis, 15 Maret 2018 22:41

Pemerintah Segera Bangun Lima KEK di Batam

Ire Djafar
Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan (Kemenko Kemaritiman)

BATAM - Pemerintah segera merealisasikan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) di lima lokasi di Batam, Kepulauan Riau, salah satunya di Kabil. 

"Mengenai KEK, ada lima yang kita mau buat di sini. Hal tersebut adalah keinginan Presiden segera," ungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat meninjau perairan di sekitar Batam, Kamis (15/3).

Dengen keberadaan KEK itu, lanjut Luhut, pelabuhan-pelabuhan di Batam diharapkan menjadi lebih efisien. "Salah satu yang saya anggap siap adalah Kabil, nanti yang lain kita lihat. Kemudian ada satu pelabuhan yang kita khususkan untuk dalam negeri," ujarnya yang melakukan peninjauan dari atas kapal Bea Cukai BC 60001.

Untuk KEK di Kabil, dia berharap dapat segera direalisasikan dalam sebulan atau dua bulan ke depan. Dengan demikian, nantinya spill over Singapura bisa dikelola di Batam.

"Karena jelas KEK seperti di Kabil, misalnya menjadi KEK, ya segera saja kita mainkan tidak ada masalah. Saya berharap dalam satu-dua bulan ini sudah selesai. Dengan begitu kita bisa membuat pelabuhan di sini lebih efisien," kata Luhut.

"Kalau ini kita bisa buat terpadu, maka saya pikir penyelundupan bisa terbatasi, kemudian inefisiensi bisa dikurangi. Akibatnya orang yang berinvestasi di Indonesia semakin jelas ke Batam," lanjutnya.

Selain Kabil, Luhut mengungkapkan sudah melakukan peninjauan ke Pulau Nipah, yang menurutnya dapat segera ‘dimainkan' juga.

"Iya kemarin Pulau Nipah kita ke sana, Nipah itu segera kita mainkan. Jadi itu menjadi satu anchorage area (area lego jangkar) dan di situ kita juga mungkin kuat untuk oil-tanking dan sebagainya," tuturnya. (hlz/hlz)


Komentar