Senin, 10 Desember 2018 | 08:56 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / CSR
Jumat, 16 Maret 2018 20:12

Pelindo III Sertifikasi 500 PBM di Tanjung Perak dan Tanjung Emas

Ayu Puji
(Pelindo III)

SURABAYA -

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menggelar pelatihan dan sertifikasi untuk 500 pekerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang agar memenuhi standar internasional.

Direktur SDM Pelindo III Toto Heli Yanto mengatakan program sertifikasi pekerja bongkar muat (PBM) ini diperlukan karena banyak kapal asing yang sandar di pelabuhan-pelabuhan kelolaan perseroan.

"Kapal-kapal itu perlu ditangani oleh tenaga kerja yang tersertifikasi, sehingga Pelindo III melakukan upaya tersebut," katanya, Jumat (16/3).

Sertifikasi itu juga untuk meningkatkan kompetensi PBM agar mampu kinerja pelabuhan semakin efisien, sekaligus menjamin kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di pelabuhan.

"K3 tidak hanya demi pekerja operasional di terminal, tetapi juga untuk pengguna jasa, mulai dari kru kapal hingga pemilik barang," kata Toto.

Direktur Utama PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) Ali Sodikin mengatakan program sertifikasi diawali dengan pemberian pelatihan dasar oleh Improvement Center Pelindo III (ICP) yang dikelola oleh anak usaha di bidang ketenagakerjaan.

"ICP bekerja sama dengan Politeknik Pelayaran Surabaya untuk sertifikasi di Surabaya dan dengan Politeknik Pelayaran Semarang untuk pelaksanaan di Semarang," katanya.

Kegiatan sertifikasi digelar selama 9 hari yakni 12-21 Maret 2018 dan dibagi dalam 10 kelompok, dimana setiap kelompok maksimal diikuti oleh 50 peserta.

Sertifikasi PBM itu merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan.

SVP HC Services Pelindo III Edi Priyanto mengakui, pelatihan dan sertifikasi PBM merupakan tindakan preventif dan mutlak untuk dilakukan. Apalagi, Pelindo III sudah menggaungkan budaya K3 dan zero accident.

Dia berharap PBM yang sudah tersertifikasi dapat menularkan kebiasaan bekerja atau menjadi agen perubahan di lingkungan kerjanya.

(hlz/hlz)


Komentar