Minggu, 16 Desember 2018 | 03:38 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 19 Maret 2018 21:17

Pelindo III dan Liverpool Jajaki Kerja Sama Kelola Terminal Kapal Pesiar

Ayu Puji
(Pelindo III)

SURABAYA -

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dan Pemerintah Kota Liverpool, Inggris, menjajaki kerja sama pengembangan pelabuhan dengan terminal untuk kapal pesiar, sebagai bagian dari perjanjian Sister City antara Surabaya dan Liverpool.

"Kami sudah melihat pertumbuhan ekonomi yang fenomenal dari Kota Surabaya. Tentunya tak terlepas dari bagaimana pengembangan pelabuhan (Tanjung Perak) yang impresif dalam berkontribusi untuk masyarakat Surabaya dan negara," kata Wali Kota Liverpool Joe Anderson saat berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (19/3/2018).

Dalam kunjungan itu, Anderson datang bersama wakilnya Gary Millar dan Duta Besar Inggris Moazzam Malik. Mereka disambut oleh Direktur Komerial dan Operasi Mohammad Iqbal serta Direktur Engineering dan ICT Husein Latief.

"Penting bagi pelabuhan untuk berkembang seiring dengan perkembangan kota. Kami sedang membangun terminal kapal pesiar baru di Liverpool. (Pemerintah Kota Liverpool dan Pelindo III) bisa banyak berbagi tentang bagaimana pengelolaan bisnis untuk terminal kapal pesiar dan bagaimana berhubungan dengan para pemangku kepentingan di sekitarnya," tambah Anderson.

Gary Millar yang Februari lalu bertemu CEO Pelindo III Ari Askhara di Surabaya, kembali memastikan undangannya agar Pelindo III dapat hadir pada ajang International Business Festival di Liverpool pada Juni tahun ini.

"Di sana nanti kita bisa mengatur pertemuan antara pengelola terminal kapal pesiar. Sehingga dapat terjalin relasi bisnis yang menjadi quick win atau win-win solution (dari kerja sama Sister City ini)," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Duta Besar Moazzam Malik menawarkan kerja sama antara Pelindo III dengan universitas maritim di Liverpool, yakni Liverpool John Moore's University (LJMU).

Pengembangan SDM

Menanggapi tawaran itu, Husein Latief mengungkapkan, Pelindo III sudah memiliki beberapa pegawai lulusan LJMU yang diberangkatkan melalui program beasiswa dari perseroan.

Tidak hanya LJMU, Pelindo III juga memiliki sedikitnya 100 lulusan S2 dari sejumlah kampus dunia di Inggris, Swedia, Belanda, Australia, hingga Korea Selatan.

"Peningkatan kapasitas SDM di Pelindo III dilakukan sesuai dengan spesialisasinya, di antaranya dari sisi operasional, manajemen bisnis, hingga safety. Kini kami fokus pada pengembangan kemampuan yang sifatnya vokasional. Kami juga terbuka untuk kerja sama penyusunan kurikulum pendidikan maritim dengan LJMU," ujarnya.

Mohammad Iqbal menambahkan, pengembangan SDM Pelindo III mengikuti pengembangan perusahaan ke depan yang sarat dengan persaingan global. Apalagi di bisnis pelabuhan yang berskala global.

"Pelindo III terus mengembangan bisnis sejalan dengan RIP (Rencana Induk Pelabuhan) yang ditentukan oleh Pemerintah Indonesia. Rencana jangka panjang untuk beberapa dekade ke depan sudah dijalankan. Kini kami fokus pada penyelesaian pengembangan Terminal Teluk Lamong,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Iqbal, pihaknya sedang mengembangkan JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate) dan bersiap untuk membangun Pelabuhan Tanjung Bulupandan di Pulau Madura.

Selama proyek terminal-terminal besar itu dikerjakan, tuturnya, Pelindo III akan melakukan rekonfigurasi pemanfaatan terminal seiring dengan pertambahan kapasitas bongkar muat agar semakin efisien.

"Pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak mengacu konsep Greater Surabaya Metropolitan Port. Kinerja operasional pelabuhan semakin terintegrasi. Posisi geografis Surabaya yang strategis sudah terlihat jelas, jika ada 10 perusahaan pelayaran nasional, delapan di antaranya berkantor pusat di Surabaya," ujar Iqbal. (hlz/hlz)


Komentar