Kamis, 19 Juli 2018 | 22:27 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 20 Maret 2018 14:50

Namarin Pertanyakan Keseriusan Pelindo III Akuisisi Saham DP World di TPS

Aidikar M. Saidi
(TPS)

JAKARTA -

The National Maritime Institute (Namarin) mempertanyakan keseriusan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mengakuisisi Terminal Petikemas Surabaya (TPS) guna mengakhiri kerja sama dengan Dubai Port World.

Pertanyaan itu dilontarkan Direktur Namarin Siswanto Rusdi mengingat perjanjian kerja sama antara Pelindo III dan DP World segera berakhir pada April 2019 mendatang. 

Hingga saat ini, menurut Rusdi, terlihat upaya Pelindo III dalam memutus hubungan pengelolaan TPS yang sebagian sahamnya dimiliki oleh asing tersebut.

Rusdi menambahkan, DP World sendiri sudah menyatakan bakal menarik diri dari TPS sebagaimana pernyataan Chairman and CEO DP World Group Sultan Ahmed Bin Sulayem di beberapa media beberapa waktu lalu.

Apalagi, pihak Pelindo III juga telah merespons akan mengelola Terminal Petikemas Surabaya secara mandiri. 

Menurut Rusli, hal itu bisa menjadi alasan Pelindo III untuk segera mempercepat proses pengambilalihan terminal yang pada tahun 1999 lalu sahamnya dijual ke asing.

“Kami berharap TPS sepenuhnya dapat dikelola oleh Pelindo III untuk mewujudkan visi poros maritim dunia yang didengungkan oleh pemerintahan Jokowi,” ujarnya, Selasa (20/3).

Rusdi yang juga pemerhati masalah kepelabuhanan menampik anggapan jika dirinya tidak mendukung upaya investasi asing di Indonesia.

Menurut dia, akan lebih baik apabila investasi asing di Indonesia diwujudkan dalam pembangunan fasilitas pelabuhan baru, bukan mengakuisisi saham pelabuhan atau terminal yang sudah ada. 

Jika Pelindo III membutuhkan dana untuk pembangunan atau pengembangan pelabuhan, maka dapat dilakukan dengan menerbitkan obligasi seperti yang pernah dilakukan perseroan tahun 2014.

Kemitraan selama 20 tahun dengan DP World dinilai cukup bagi Pelindo III untuk mempelajari model bisnis kepelabuhanan dan menerapkannya untuk mengelola TPS dan terminal pelabuhan lainnya secara mandiri, termasuk di Terminal Teluk Lamong.

“Saya rasa Pelindo III mampu terlebih teknologi saat ini sudah berkembang dan mudah dipelajari.  Pelindo III dapat memanfaatkan TPS dan Terminal Teluk Lamong untuk mendukung program-program pemerintah di bidang kemaritiman,” ujarnya.

Sebelumnya Pelindo III memperkirakan pengakhiran kerja sama antara perseroan dan Dubai Port World di TPS bisa rampung pada Januari 2018.

Kedua belah pihak bakal segera meneken perjanjian jual beli syarat di mana Pelindo III akan membeli 49% saham DP World di TPS.

Direktur Utama Pelindo III IGN Askhara Danadiputra mengatakan perseroan dengan DP World telah sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama di TPS yang akan berakhir pada April 2019.

Oleh karena itu, Pelindo III akan membeli kembali saham di TPS yang dilepas pada 1999. DP World juga telah menyatakan, bahwa pihaknya tidak akan memperbarui kontrak di Indonesia setelah gagal menyetujui persyaratan perpanjangan dengan pemerintah.

Operator pelabuhan yang didukung pemerintah Dubai itu merupakan pemegang saham 49% di TPS, semtara 51% saham lainnya dimiliki oleh Korporasi Pelabuhan Indonesia.

(hlz/hlz)


Komentar