Kamis, 26 April 2018 | 06:43 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Depo & Gudang
Sabtu, 24 Maret 2018 18:28

Kebakaran Reach Stacker di HLC Storage, Begini Penjelasan MTI

Ire Djafar
(MTI/translogtoday)

JAKARTA -

Kebakaran alat reach stacker di lapangan Halal Logistic Cold (HLC) Storage Pelabuhan Tanjung Priok sekitar pukul 11.45 WIB, Sabtu (24/3), membuat bongkar muat di lapangan eks-DMK area kerja Gate In itu sempat terganggu.

Coorporate Secretary PT Multi Terminal Indonesia (MTI) Elis Suhana, ketika dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, mengatakan reach stacker merek Linde tersebut merupakan alat yang disewa oleh MTI dan operatornya dari PT Wiryo Crane Perkasa.

“Kebakaran itu terjadi pada saat alat (reach stacker) melakukan bongkar muat empty di lapangan penumpukan,” jelas Elis kepada translogtoday.

Saat itu, lanjut Elis, reach stacker manuver menuju ke timur untuk membongkar kontainer 40 feet. “Pada saat melebarkan sayap alat itu tiba-tiba api sudah menyala di bawah dekat kabin depan. Api langsung menyebar ke bagian roda depan dan kabin oprator,” ujarnya.

Operator yang melihat kebakaran yang terjadi pada kabin panik dan langsung turun. Api kemudian membesar dan tidak dapat dipadamkan dengan alat pemadam kebakaran (Apar). 

"Tindakan preventif sudah dilakukan oleh pihak security beserta tim MTI yang berada di lapangan. Mereka berusaha memadamkan dengan dua unit Apar, tetapi api tidak padam," kata Elis. 

khalmar terbakar 

Melihat situasi ini, lanjut Elis, pihaknya segera melaporkan kejadian tersebut ke satuan pemadam Pelindo II Cabang Priok. Pada pukul 12.18 WIB, mobil pemadam tiba di HLC Gate In.

Di mesin mobil pemadam ada trouble sehingga pemadaman terganggu dari pemadam pelindo 1 unit. Dengan ukuran 4.000 liter dan dibantu 6 unit dari pemadam Jakarta Utara, yaitu 3 unit ukuran 4.000 liter dan 3 unit lagi ukuran 2.500 liter.

"Akhirnya api dapat dipadamkan sekitar pukul 12.25 WIB, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Alat yang terbakar juga sudah diamankan serta digantikan dengan alat baru agar tidak menggangu pelayanan bongkar muat kontainer di lapangan tersebut," ungkap Elis. 

Mengenai terbakarnya reach stacker rental itu, Elis menjelaskan bahwa setiap alat disediakan Apar dan perawatan dilakukan secara periodik.

"Setiap operator juga sudah diberikan informasi terkait dengan cara pengoperasian alat serta cara menanggulangi setiap kejadian darurat, seperti kebakaran," ujarnya.

(hlz/hlz)


Komentar