Senin, 10 Desember 2018 | 10:03 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 27 Maret 2018 05:20

IPC TPK Teluk Bayur Siap Datangkan Direct Call

Aidikar M. Saidi
Kapal memuat petikemas di Teluk Bayur tujuan Tanjung Priok. (IPC TPK Teluk Bayur/translogtoday)

PADANG -

PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Cabang Pelabuhan Teluk Bayur mengajak pelaku usaha logistik dan perusahaan pelayaran mendatangkan kapal angkutan petikemas langsung atau direct call ke pelabuhan terbesar di Sumatera Barat itu.

"Kami sedang menjajaki untuk mendatangkan direct call bagi barang impor dan ekspor dari dan ke pelabuhan ini," ujar Kristianto Edi Sarjono, Manager Area IPC TPK Teluk Bayur kepada Translogtoday, Senin (26/3/2018).

Dia pun mengajak pelaku usaha logistik dan perusahaan pelayaran untuk bersama-sama  memasarkan potensi pelabuhan alam terbesar di Kawasan Barat yang mampu melayani kapal ukuran besar tersebut.

Sekretaris Perusahaan IPC TPK Teluk Bayur Finan Syaifullah menambahkah, manajemen akan mempersiapkan dan memfasilitasi semua kebutuhan untuk berkerja sama dengan pelaku usaha transportasi dalam memasarkan TPK Teluk Bayur.

"IPC TPK siap berkerja sama dengan pelaku usaha transportasi untuk mendatangkan kapal petikemas direct call ke Teluk Bayur," tuturnya.

TPK Teluk Bayur merupakan salah satu terminal petikemas yang dikelola oleh IPC TPK saat ini menghadapi persaingan berat di kawasan Sumatera Tengah, antara lain dengan TPK Perawang dan TPK Dumai Riau yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia I.

TPK Teluk Bayur juga herus bersaing dengan TPK Jambi, yang juga dikelola oleh PT IPC TPK l, unit usaha PT Pelabuhan Indonesia II/IPC.

Ke depan, persaingan memperebutkan hasil dari hinterland kawasan itu bakal semakin ketat menyusul rampungnya proyek jalan tol Dumai-Pekanbaru-Padang yang memperlancar jalan darat menghubungkan ke empat pelabuhan itu. 

Tarik-menarik peluang pasar muatan akan terjadi antar terminal petikemas dan pelaku usaha bisa memilih mana dari empat pelabuhan itu yang paling efisien.

Kejar 
throughput

Anak perusahaan IPC yang khusus pengelola TPK domestik dan internasional di Teluk Bayur tengah mempersiapkan berbagai langkah untuk menaikkan throughput petikemas dari dan kepelabuhanan ini.

Kristianto optimistis, target throughput  85.000 TEUs pada tahun ini bisa tercapai mengingat selama Januari-Februari sudah mencapai 12.253 TEUs atau bertambah 1.278 TEUs dari periode yang sama 2017 yang hanya 10.975 TEUs .

Selama tiga pekan Maret ini, arus petikemas juga sudah mencapai 7.200 TEUs atau naik dibandingkan dengan bulan yang sama 2017 sebanyak 6.051 TEUs.

Selama empat tahun lalu yakni 2012-2015, arus petikemas sempat  stagnan pada angka 60 ribuan TEUs. Baru pada 2016, angkanya naik menjadi 73.162 TEUs dan pada 2017 lalu naik lagi menjadi 78.369 TEUs.

Selama ini, ungkap Kristianto, 42,1 persen angkutan cement bag antar pulau dikapalkan menggunakan petikemas melalui Teluk Bayur dan muatan ekspor hasil bumi dan perkebunan transit di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Sebagian muatan balik ke Jakarta, sementara dari Jakarta umumnya menyangkut barang perdagangan antar pulau dan kebutuhan pokok.

Komoditas andalan yang dikapalkan melalu Teluk Bayur selama 2017 yakni semen mencapai 3,2 juta ton dan CPO sekitar 2,4 juta ton. Kemudian menyusul batubara, biji besi, pupuk, bungkil, cangkang sawit, gypsum, karet, klinker dan general cargo lainnya.

TPK Teluk Bayur saat ini mengoperasikan tiga unit crane dengan kapasitas bongkar muat petikemas masing-masing 20 boks per jam.

Hampir semua perusahaan pelayaran domestik menyinggahi TPK Teluk Bayur, seperti Tanto Intim Lines, Tempuran EmasTbk. Meratus Line, SPIL dan Samudra Indonesia.

(hlz/hlz)


Komentar