Kamis, 26 April 2018 | 06:47 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 02 April 2018 13:06

IPC Serap Aspirasi Stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok

Ire Djafar
(IPC)

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Group menggelar sharing session dengan konsep Stakeholders Coffee Morning untuk meningkatkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Acara tersebut merupakan agenda rutin perusahaan sebagai salah satu platform untuk menyatukan orientasi, meningkatkan penyelarasan serta mengoptimalkan kolaborasi dalam eksekusi bisnis kepelabuhanan di Tanjung Priok.

Fokus sharing session kali ini adalah penguatan kekompakan unsur-unsur pelabuhan agar dapat menangani tantangan dan peluang secara tepat, baik saat ini maupun di masa mendatang.

Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya mengatakan kegiatan yang mengangkat tema Sinergi Menuju Era Digital ini sebagai langkah konkret untuk mempererat silaturahmi antara IPC Group dan para stakeholders

“Melalui sharing session ini IPC berharap dapat mendengarkan saran dan masukan antara stakeholdersguna meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa,” ujarnya dalam Stakeholders Coffee Morning di Kantor Pusat IPC Jakarta, Senin (2/4/2018).

Kegiatabn sharing session tersebut dihadiri oleh Direksi IPC, para GM, direksi anak perusahaan IPC Group, instansi pelabuhan, asosiasi pengguna jasa, para pengguna jasa dan pelaku perbankan Pelabuhan Tanjung Priok.

Dia menyadari transparansi informasi dan kesepahaman bersama merupakan langkah awal dalam eksekusi bisnis kepelabuhanan serta menjadi poin penting dalam menjalankan bisnis kepelabuhanan yang kompetitif.

Dalam upaya menuju world class port, tutur Elvyn, IPC telah mengaplikasikan digital port di masing-masing cabang pelabuhan dan anak perusahaan melalui berbagai sistem aplikasi online

Seluruh sistem berbasis online ini terhubung dengan sistem layanan tunggal berbasis internet atau Inaportnet dan terintegrasi dengan sistem INSW (Indonesia National Single Window). 

“Selain untuk efisiensi, sistem online ini juga dapat mengurangi pertemuan antara pengguna dan penyedia jasa,” katanya. 

Dalam pelayanan bongkar muat, dengan penerapan sistem Delivery Order (DO) Online, pengurusan dokumen hanya membutuhkan waktu satu hingga dua jam. 

Sistem ini memungkinkan cargo owner atau forwarder yang mewakili untuk melakukan order dari luar pelabuhan sehingga tidak perlu lagi datang ke kantor pelayaran untuk mengambil dokumen. 

Perbedaan signifikan dengan pola sebelumnya, dimana pola manual dijalankan dengan menggunakan tenaga kurir yang datang ke kantor pelayaran sehingga memerlukan waktu yang lebih panjang. 

”Setiap pelabuhan di bawah pengoperasian IPC telah melayani 24 jam dan 7 hari dalam seminggu. Kami akan terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dan stakeholders,” tegas Elvyn.

Dia memastikan bahwa terminal-terminal di lingkungan Tanjung Priok akan selalu memberikan layanan terbaik, murah, cepat dan efisien kepada pengguna jasa, sehingga dapat memberi kepastian berusaha bagi pengguna jasa. 

“Saya harap kegiatan ini dapat menjadi media untuk sinkronisasi seluruh tantangan dan peluang dalam mengawali tahun 2018.” ungkapnya.

(hlz/hlz)


Komentar