Kamis, 26 April 2018 | 06:51 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Rabu, 04 April 2018 23:43

Pelindo IV Jajaki Pembentukan PLB di Pelabuhan Makassar

Aidikar M. Saidi
Pusat Logistik Berikat (ilustrasi)

MAKASSAR -

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menjajaki pembentukan Pusat Logistik Berikat (PLB) di Pelabuhan Makassar dengan menggandeng PT Sumisho Global Logistics Indonesia (SGLI).

PLB itu juga akan melibatkan Pusat Logistik Angkasa Pura dan PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) serta DPW ALFI Sulawesi Selatan.

Untuk pengoperasiannya, Pelindo IV dan KIMA menyiapkan lahan dan gudang berkapasitas 10.000 meter, sementara SGLI akan menangani sistem dan teknologi informasi.

Adapun, Pusat Logistik Angkasa Pura dan Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI/ILFA) melakukan penanganan logistik distribusi barang dari dan ke area PLB.

Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung meyakini PLB tersebut dapat menumbuhkan pasar impor dan ekspor, di samping mendorong peningkatan pasar muatan untuk direct call ke sejumlah pelabuhan di kawasan timur Indonesia.

Program tersebut, ungkap Doso Agung saat berbincang dengan translogtoday, Rabu (4/4/2018), merupakan salah satu upaya Pelindo IV untuk mendatangkan kapal direct call ke pelabuhan di KTI. 

BUMN itu sebelumnya berhasil mendatangkan direct call dari SITC Container Line, perusahaan pelayaran global berbasis di Hong Kong, ke Pelabuhan Makassar sejak Desember 2015.

Menurut Doso Agung, direct call itu mampu menghemat biaya angkut atau freight sekitar US$200 hingga US$300 per kontainer karena bisa menghapus biaya double handling di pelabuhan transshipment Tanjung Priok dan Tanjung Perak.

Dia mengatakan, setelah ada kapal angkutan langsung 60% ekspor dari Makassar adalah rumput laut, sehingga kini harga jual komoditas itu kini naik dari Rp3.000/kg menjadi Rp17.000/kg.

Kemudian ikan beku dari Pelabuhan Bitung dan kayu lapis dari Papua, serta cakang arang dari Pelabuhan Pantoloan dikapalkan melalui Makassar.

Muatan Meningkat 

Generasi Manager Terminal Petikemas Makassar (TPM) Pelindo IV Josef Benny Rohy mengungkapkan, semula direct call itu hanya mengangkut 50 boks per bulan tetapi kini sudah berkembang menjadi lebih 3.000 boks per bulan. Kapal angkutan langsung itu masuk Makassar dengan empat call dalam sebulan.

Dari TPM, kata Josef, kapal melakukan angkutan langsung komoditas ekspor ke  Hong Kong, Jepang, Korea, Philipina, Vietnam dan Timor Leste. Kemudian impor langsung dari China, Amerika, India, Malaysia, Singapura dan Jerman.

Menurut Josef, komoditas ekspor unggulan dari pelabuhan KTI yang dikapalkan di Makassar, yaitu rumput laut, marmer, biji/kulit mente, ikan beku, campuran, semen, besi, biji nikel, getah pinus dan terigu.

Berdasarkan data TPM, arus petikemas ekspor pada 2013 tercatat 21.659 TEUs dan naik menjadi 26.794 TEUs pada 2017. Adapun, impor naik dari 3.212 TEUs pada 2013 menjadi 9.057 TEUs pada 2017.

(hlz/hlz)


Komentar