Senin, 10 Desember 2018 | 09:43 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Teknologi
Sabtu, 07 April 2018 20:56

Kapal Pelat Datar Diluncurkan, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya

Translog Today
(Ristekdikti)

JAKARTA -

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) meluncurkan Kapal Pelat Datar GT 20 dan GT 29 yang sudah selesai diproduksi di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (7/4/2018).

Teknologi kapal pelat datar merupakan hasil riset, pengembangan dan inovasi serta rekayasa desain dari Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan alternatif kapal ikan yang unggul.

Melalui inovasi ini, kapal dikonstruksi dengan pelat-pelat baja datar sebagai material utama dan tidak melewati proses pelengkungan pelat.

Teknologi ini menghasilkan diproduksi lebih cepat dan ekonomis. Material baja yang dipakai juga memungkinkan nelayan kecil melaut lebih jauh dengan ukuran kapal yang lebih besar.

Kapal pelat datar memiliki dimensi panjang 15.5 meter dan lebar 4 meter dengan tonase 28 GT. Kapasitas tangki bahan bakar 16,4 ton dan tangki air tawar 7,5 ton. Kapal dilengkapi ruang penyimpanan ikan sebesar 20 m3 dan ruang air blast freezer 8 m3.

Jumlah kru yang bisa diangkut 10-13 orang, serta ruang kapal terdapat satu kamar mandi dan dapur. Kapal juga dilengkapi perlengkapan navigasi dan telekomunikasi yaitu kompas, GPS, echo sounder, VHF radio, dan SSB radio masing-masing satu unit.

Untuk kapal pelat datar berkecepatan tinggi, dimensi panjang 13,5 meter dan lebar 3,2 meter dengan tonase 10 GT.

Adapun kapasitas tangki bahan bakarnya 1.000 liter dan mampu memuat 20 orang penumpang dengan jumlah tiga orang kru serta satu ton barang.

Selain itu, terdapat perlengkapan navigasi dan telekomunikasi yaitu kompas, GPS, echo sounder, VHF radio, dan SSB radio masing-masing satu unit.

Kapal ini diproduksi oleh PT Juragan Kapal Indonesia yang merupakan perusahaan start-up yang bergerak di bidang produksi perkapalan, di bawah binaan Kemristekdikti dan berkolaborasi dengan jurusan Teknik Perkapalan UI.

Sementara itu, industri baja lokal PT Gunung Garuda Steel memasok pelat baja sebagai material utama produksi kapal tersebut.

Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir mengapresiasi pengembangan kapal hasil penelitian UI tersebut sebagai sebuah inovasi baru.

"Dalam inovasi harus menerapkan disruptive innovation, supaya inovasi berkembang dan tidak dipangkas karena aturan. Untuk itu inovasi harus kita coba fasilitasi," katanya dalam keterangannya tertulis.

Dia berharap kapal tersebut dapat diproduksi secara emassal dan dapat digunakan secara luas oleh nelayan di Tanah Air, sehingga meningkatkan daya saing nelayan dan memperkuat sektor maritim Indonesia.
(hlz/hlz)


Komentar