Senin, 10 Desember 2018 | 10:04 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 09 April 2018 15:21

Pelindo IV Gandeng SITC Buka Ekspor Langsung Perdana dari KKT Balikpapan

Aidikar M. Saidi
(Pelindo IV/translogtoday)

BALIKPAPAN -

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) kembali membuka jalur ekspor langsung (direct call) dari Pelabuhan Balikpapan, menyusul sukses layanan yang sama dari beberapa pelabuhan kelolaannya di kawasan timur Indonesia.

Ekspor langsung dari Balikpapan dilakukan oleh PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), anak usaha Pelindo IV, Senin (9/4/2018). Ekspor perdana itu dilepas oleh Deputi Bidang Usaha dan Kontruksi Prasarana Kementerian BUMN Ahmad Bambang yang mewakili Menteri BUMN Rini M. Soemarno, serta dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung mengatakan ekspor langsung perdana tersebut merupakan bagian dari program International Direct Call yang dicanangkan perseroan sejak 5 Desember 2015.

“Pelindo IV memang berencana membuka jalur ekspor langsung ke luar negeri dari semua pelabuhan kelolaan yang cukup besar selain Makassar, seperti Pelabuhan Pantoloan, Jayapura, Sorong, Ambon dan kali ini dari Balikpapan. Ke depan, kami akan membuka jalur ekspor langsung dari pelabuhan kelolaan lainnya,” ungkap Doso.

Menurut dia, direct call dari Balikpapan bekerja sama dengan SITC, perusahaan pelayaran asal Hong Kong, menggunakan kapal MV Meratus Tomini dengan rute pelayaran Balikpapan langsung menuju Shanghai, China. 

Dalam pelayaran langsung perdana ini, komoditas yang diangkut yaitu coconut fiber dan kayu olahan (plywood) sebanyak 23 kontainer. 

Pada 26 Maret lalu, KKT sudah melakukan pelayaran uji coba menggunakan kapal milik SITC, MV Laila, yang berhasil mengangkut 18 kontainer berisi plywood

Doso berharap, pelayaran langsung ini merangsang pertumbuhan ekspor nonmigas khususnya di wilayah Kaltim dan Kaltara yang dikenal memiliki potensi sumber daya alam berkualitas dan layak ekspor.

Pelindo IV dan KKT juga optimistis ekspor langsung akan meningkatkan throughput petikemas ekspor dan impor melalui KKT. “Tentunya dengan melihat potensi komoditas yang tidak hanya berasal dari Kaltim dan Kaltara, tetapi juga dari Kalimantan Selatan dan provinsi lainnya di Sulawesi,” lanjut Doso.

Dia mengungkapkan, International Direct Call sudah terbukti dapat memangkas waktu pengiriman barang, yang sebelumnya harus melalui Jakarta atau Surabaya, sekaligus menurunkan biaya logistik.

“Kami bersyukur, International Direct Call selalu mendapat respons positif dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, khususnya Pemprov Kaltim dan Kaltara,” ujarnya.

(hlz/hlz)


Komentar